Media Bangsa– Pemerintah menghadirkan akses hiburan berkualitas yang merata bagi masyarakat melalui siaran Piala Dunia FIFA 2026 di TVRI, termasuk pertandingan final yang mempertemukan skuad Argentina versus Spanyol pada Senin (20/7/2026) dini hari pukul 02.00 Wib.
Komitmen Pemerintah setelah 24 tahun tidak lagi menayangkan ajang sepak bola terbesar dunia, terakhir pada Piala Dunia 2002. TVRI kini kembali menjadi official broadcaster, selain sebagai momentum kebersamaan juga agar masyarakat di berbagai daerah menikmati pertandingan secara gratis melalui televisi publik.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan kembalinya TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia merupakan wujud komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan hiburan yang berkualitas sekaligus memperkuat pemerataan akses informasi dan penyiaran nasional.
“Ini menjadi kebanggaan kita semua, mari kita nikmati kebersamaan ini untuk merawat ruang publik yang lebih sehat,” ujar Meutya saat menghadiri nonton bareng final Piala Dunia FIFA 2026 di Martubung, Medan, Senin (20/7/2026).
Menurut Meutya, keputusan menghadirkan kembali Piala Dunia melalui TVRI didorong oleh keinginan Presiden Prabowo agar seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di daerah, dapat menikmati tayangan olahraga kelas dunia tanpa hambatan.
“Semua ini berkat Bapak Presiden yang ingin memberikan suguhan hiburan bagi masyarakat di mana pun berada di Indonesia, termasuk di Martubung,” katanya.
Lebih dari sekadar menghadirkan tontonan, Meutya menilai sepak bola membawa nilai-nilai yang penting bagi kehidupan bermasyarakat, seperti sportivitas, kerja keras, persatuan, dan kegembiraan bersama.
“Pesan Presiden, mari kita belajar dari perhelatan sepak bola dunia ini. Belajar tentang sportivitas, arti perjuangan, dan bahwa yang paling penting adalah kegembiraan, keceriaan, serta rasa persatuan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga suasana damai selama menyaksikan pertandingan serta menjadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persaudaraan. “Tidak ada kecurangan, tidak ada kekerasan. Damai untuk semua, termasuk yang menonton bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelatihan dan Pendidikan LPP TVRI Johan Setiawan mengatakan keberhasilan TVRI kembali menjadi penyiar resmi Piala Dunia tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat peran penyiaran publik dalam era transformasi digital.
Menurutnya, dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital melalui penguatan infrastruktur dan ekosistem digital membuat kualitas siaran TVRI semakin baik serta mampu menjangkau masyarakat lebih luas, mulai dari kawasan perkotaan hingga pelosok. “Ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah dalam mewujudkan akses digital yang semakin merata serta penyiaran publik yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Selain memperluas akses siaran, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 juga memberikan dampak ekonomi. Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (Kadin), perputaran ekonomi selama penyelenggaraan ajang tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp5 miliar melalui meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai daerah.
Johan menambahkan, TVRI tidak hanya menjadi penyiar resmi Piala Dunia FIFA 2026, tetapi juga telah dipercaya menayangkan Piala Dunia U-17 serta Piala Dunia Wanita 2027. Hal ini memperkuat posisi TVRI sebagai penyiar publik nasional yang menghadirkan berbagai ajang olahraga internasional bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Ia mengajak masyarakat menikmati pertandingan dengan tetap menjaga ketertiban dan menjadikan sepak bola sebagai ruang kebersamaan yang memperkuat persatuan bangsa.”Ketertiban adalah hal yang utama. Itulah yang menunjukkan bahwa kita adalah masyarakat yang berbudaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan