Media Bangsa – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama seluruh pemerintah kabupaten menyatukan komitmen untuk mempercepat peningkatan Indeks Desa. Langkah bersama ini menjadi bagian dari strategi Pengentasan Desa Tertinggal Gorontalo menuju masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera. Saat ini, pemerintah memfokuskan evaluasi pembangunan melalui Rapat Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Data perkembangan Indeks Desa Provinsi Gorontalo mencatatkan tren positif dalam empat tahun terakhir. Jumlah desa berstatus Mandiri melonjak signifikan dari 93 desa pada 2023 menjadi 297 desa pada 2026. Sementara itu, jumlah desa Berkembang berkurang dari 255 desa menjadi 107 desa. Jumlah desa Tertinggal juga turun dari tiga desa menjadi satu desa. Seluruh wilayah Provinsi Gorontalo kini bebas dari status desa Sangat Tertinggal.

Strategi Naik Kelas dan Pengentasan Desa Tertinggal Gorontalo

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintah daerah agar pembangunan kawasan perdesaan tidak berjalan secara sektoral. Pembangunan desa harus menjadi agenda utama daerah yang memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan warga. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan strategi berbasis pendekatan spesifik sesuai kebutuhan tiap wilayah.

Pemerintah tidak lagi menerapkan intervensi seragam untuk seluruh desa. Petugas mengkaji dimensi yang masih lemah, seperti pelayanan dasar, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola pemerintahan. Selain itu, program pembangunan desa membutuhkan keterlibatan aktif seluruh instansi terkait. Dinas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur saling memperkuat dalam mendorong status desa naik kelas.

Intervensi Khusus dan Sinergi Lintas Perangkat Daerah

Kepala Dinas PMD Provinsi Gorontalo Yana Yanti Suleman menyatakan bahwa status Desa Mandiri harus memberi manfaat substantif. Desa mandiri wajib memperluas akses pelayanan publik dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Sebab, Pemprov Gorontalo berkomitmen mendampingi wilayah yang membutuhkan penanganan intensif.

Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Desa Tangga Barito di Kabupaten Boalemo yang masih memegang status Tertinggal. Tim gabungan menjalankan diagnosis mendalam untuk memetakan penyebab utama ketertinggalan indikator desa tersebut. Sebagai contoh, intervensi lintas sektor akan membenahi aspek sarana dan aksesibilitas dasar secara terukur. Pada akhirnya, kolaborasi kuat antarwilayah memacu seluruh desa di Gorontalo bergerak maju secara berkelanjutan.

Sumber