Media Bangsa – MALANG, 13 September 2026 — Polinema Bridge Tournament II sukses digelar di Aula Mesin Lantai 4, Politeknik Negeri Malang (Polinema), dengan diikuti 105 pasangan. Jumlah tersebut menjadikan turnamen ini sebagai salah satu turnamen bridge pasangan dengan peserta terbanyak, dengan peserta berasal dari berbagai kelompok usia dan kategori.
Sebanyak 105 pasangan tersebut terbagi dalam kategori Open dan KU-26 sebanyak 41 pasangan, SMA 21 pasangan, SMP 21 pasangan, serta SD (Mini Bridge) 22 pasangan. Kehadiran peserta dari tingkat sekolah dasar hingga kategori Open memperlihatkan bahwa pembinaan dan regenerasi bridge terus berkembang.
Atlet Universitas Surabaya (Ubaya) mencatat prestasi menonjol dengan menyabet dua gelar utama. Pada kategori Open, pasangan Rachel Abiyu Setiawan – Jonathan Wahyu Christia Nanta keluar sebagai juara dengan skor 83,34 VP (Victory Point). Sementara pada kategori KU-26, gelar juara diraih pasangan Ramadhani Setiawan – Aldo Yanuar Syachputra dengan skor 78,13 VP.
Bagi Rachel Abiyu Setiawan – Jonathan Wahyu Christia Nanta, kemenangan di Polinema Bridge Tournament II menjadi keberhasilan mereka pada turnamen keempat sepanjang 2026. Sebelumnya, pasangan mahasiswa Prodi Sistem Informasi dan Teknik Industri Ubaya ini meraih juara pada Ubaya Bridge Competition (UBC XI), 19 Juli 2026; menyabet dua gelar juara pada Balikpapan Bridge Open Tournament (BBOT) di Balikpapan, 12–14 Juni 2026; serta kembali meraih dua gelar juara pada Tugu Muda Cup, 4–6 September 2026. Rangkaian prestasi tersebut mempertegas konsistensi Rachel–Jonathan sebagai salah satu pasangan andalan Ubaya di berbagai turnamen bridge sepanjang tahun ini.
Kabid Teknik dan Perwasitan GABSI Jawa Timur, Suharto, menjelaskan bahwa pada turnamen ini digunakan sistem Swiss Pairs sebanyak enam sesi, dengan masing-masing sesi memainkan delapan papan. Khusus kategori SD, pertandingan memainkan Mini Bridge dengan sistem Mitchell Movement sebanyak dua sesi.
Menurut Suharto, penghitungan skor dilakukan menggunakan aplikasi Bridge Pocket karya Abdurrachman Faiz, alumni Teknik Informatika Universitas Brawijaya Malang yang juga pernah menjadi atlet bridge Kota Pasuruan. “Pertandingan berjalan lancar dan sesuai standar,” ujarnya.
Selain kategori Open dan KU-26, turnamen juga mempertandingkan kategori SMA, SMP, dan Mini Bridge SD. Kategori SMA dimenangi Sultan Rafief Furqon – Yoga Aditiya Febriansyah dari SMA Negeri 2 Jember dengan meraih 84,56 VP, sedangkan kategori SMP dimenangi Dinantiar Salwa Azzahra – Krishna Putra Laksmana dari SMPN 1 Sukorejo Pasuruan dengan 84,79 VP. Pada Mini Bridge SD, juara diraih Inggrid Griselda Parisya Nareswari – Dea Ayu Anggraini dari SDN 2 Tanjungsari Kota Blitar yang meraih skor tertinggi 68,9 %.
Hasil peringkat 2-4 kategori Open: peringkat kedua Mohammad Wisolus Solihin – Ainul Kiromah (Kabupaten Jember) dengan 83,12VP; peringkat ketiga Ahmad Jauhari – Dimas Wiyoga Bhakti (Kota Tasikmalaya) dengan 82,40VP; dan peringkat keempat Aulia Rukmi Setyoningrum – Chaezar Deva Ra Nizami (UNAIR) dengan 74,51VP.
Kategori KU-26: peringkat kedua Sandrina Athallia Dwi Andselma – Citra Marissa (Polinema) dengan 76,20VP; peringkat ketiga Jasmine Ufairoh – Arsinta Regina Putri (Kabupaten Pasuruan) dengan 75,79VP; dan peringkat keempat Aris – Wahyu (Kabupaten Pasuruan) dengan 73,58VP.
Kategori SMA: peringkat kedua M. Shalahudin Fatih Junaedi – Azman Syaiban Ulya (Jambangan Kuat Surabaya Hebat) dengan 79,80VP; peringkat ketiga Lahira Sevaleonika – Tiara Indah Azzary (SMAN 1 Pandaan Pasuruan) dengan 79,03VP; dan peringkat keempat Ringgo Rayi Maulana Malsy – M. Maula Yusuf (SMKN 1 Pasuruan) dengan 71,06VP.
Kategori SMP: peringkat kedua Ahmad Dahlan Ahsan – Fariya Nada Aprilia Alami (SMPN 2 Pamekasan) dengan 80,26VP; peringkat ketiga Muhammad Shabri Darmawan – Danda Wardana Ramadhani (SMPN 1 Sukodono Lumajang) dengan 72,14VP; dan peringkat keempat Puja Aulia – Kayla Salsabila Quanezha (SMPN 9 Kota Blitar) dengan 70,24VP.
Kategori Mini Bridge SD: peringkat kedua Al Hamizan Muhammad Dwidana – Muhammad Abilal Yodha Budiono (SDN Model Kota Malang) dengan 64,40 %; peringkat ketiga Yoji Andra Prasetya – Syandha Nur Kikiss (SDN Dawuhan Lor 02 Lumajang) dengan 64,225 %; dan peringkat keempat Abidzar Al Ghifari – Muhammad Aldenasta Wicaksono (SDN Sukorame 2 Kota Kediri) dengan 63,87 %.
Kehadiran peserta usia sekolah menjadi salah satu warna penting turnamen ini. Sebanyak 22 pasangan SD turut berkompetisi pada kategori Mini Bridge, menunjukkan bahwa pengenalan dan pembinaan bridge dapat dimulai sejak usia dini dan diteruskan secara berjenjang hingga tingkat mahasiswa maupun kategori Open.
Wakil Direktur III Polinema, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T., saat menutup turnamen menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, perangkat pertandingan, dan pihak yang mendukung kegiatan. Ia menilai tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa bridge memiliki ruang yang kuat untuk terus berkembang di lingkungan pendidikan. Ia berharap Polinema Bridge Tournament dapat terus menjadi wadah kompetisi, pembinaan, serta pertemuan atlet bridge dari berbagai daerah dan kelompok usia.
Turnamen juga dihadiri Hendra Pradibta, S.E., M.Sc., dosen pembina bridge Polinema, yang turut mendampingi pelaksanaan kegiatan dan pembinaan atlet bridge di lingkungan kampus.
Kesuksesan Polinema Bridge Tournament II, baik dari sisi jumlah peserta maupun kelancaran pertandingan, memperlihatkan kuatnya antusiasme komunitas bridge. Di sisi lain, keberhasilan Ubaya meraih dua gelar utama pada kategori Open dan KU-26 menjadi catatan penting dalam persaingan tahun ini. (*)

Tinggalkan Balasan