Karya sekolah, pengalaman PKL, dan aktivitas organisasi dapat diolah menjadi bukti kompetensi yang membantu siswa mempersiapkan karier.
Media Bangsa – BLITAR, 16 September 2026 — SMKN 1 Kademangan Blitar membekali siswa dengan kemampuan membangun portofolio profesional melalui kegiatan bertajuk “Karyamu, Identitasmu, Masa Depanmu: Mulai Membangun Portofolio Profesional dari Sekolah.”
Kegiatan yang menghadirkan praktisi pemasaran dan vokasi Ahmad Madani tersebut mengajak siswa melihat tugas sekolah, proyek kelompok, pengalaman praktik kerja lapangan, kegiatan organisasi, dan kompetisi sebagai bukti awal kemampuan mereka.
Dalam pemaparannya, Ahmad Madani menjelaskan bahwa industri tidak hanya memperhatikan klaim kemampuan, tetapi juga mencari bukti mengenai karya, proses berpikir, peran, dan hasil yang pernah dicapai kandidat.
“Siswa tidak perlu menunggu memperoleh pekerjaan pertama untuk membangun pengalaman. Tugas dan proyek yang dikerjakan di sekolah dapat menjadi portofolio apabila didokumentasikan, diberi konteks, dan dijelaskan prosesnya,” ujar Ahmad Madani.
Ia mengingatkan siswa agar tidak langsung menghapus karya setelah tugas dinilai. Menurutnya, setiap karya dapat dikembangkan menjadi studi kasus sederhana dengan menjelaskan tujuan, peran, proses pengerjaan, tantangan, hasil, dan pembelajaran.
Kepala SMKN 1 Kademangan Blitar, Hadi Sucipto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memperkuat upaya sekolah dalam menyiapkan lulusan yang mampu menunjukkan kompetensinya secara nyata.
“Sekolah tidak hanya mendorong siswa menyelesaikan tugas, tetapi juga membantu mereka memahami nilai dari proses dan karya yang dihasilkan. Portofolio membuat kompetensi siswa lebih mudah dikenali oleh dunia kerja,” kata Hadi Sucipto.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat SMKN 1 Kademangan Blitar, M Taufik Hidayat, S.E., menilai portofolio dapat menjadi jembatan penting antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan industri.
“Ketika mengikuti magang, seleksi kerja, atau membangun kerja sama dengan industri, siswa perlu membawa lebih dari sekadar pernyataan bahwa mereka mampu. Dokumentasi proyek membantu industri melihat kesiapan dan pengalaman yang telah mereka bangun,” ujarnya.
Guru Produktif Pemasaran SMKN 1 Kademangan Blitar, Vina Andriana, menambahkan bahwa pembiasaan mendokumentasikan karya juga membantu siswa melakukan refleksi dan melihat perkembangan kompetensinya.
“Satu tugas mungkin terlihat sederhana. Namun jika siswa mampu menjelaskan tujuan, strategi, hasil, dan perbaikannya, tugas tersebut dapat menunjukkan proses berpikir yang bernilai,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, siswa juga diperkenalkan pada pemanfaatan LinkedIn sebagai etalase perjalanan belajar. Mereka didorong untuk membangun identitas profesional secara jujur dengan membagikan karya, pengalaman, serta pembelajaran secara konsisten.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa karier tidak selalu dimulai setelah kelulusan. Karier dapat mulai dibangun dari kebiasaan menyimpan, merapikan, menceritakan, dan menunjukkan karya yang dihasilkan selama belajar di sekolah.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani merupakan praktisi pemasaran dan vokasi, Sekretaris Jenderal KOMISI, Co-Founder AGMARI, serta Juri LKS Digital Marketing Nasional 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui ahmadmadani.id.

Tinggalkan Balasan