Media Bangsa – YOFC fiber optic berhasil mencatat kapasitas transmisi hingga 51,3 Tbps dalam pengujian teknologi hollow-core fiber (HCF). Yangtze Optical Fibre and Cable (YOFC) melakukan pengujian ini bersama China Telecom dan perusahaan perangkat optik Dekoli. Tim mengirimkan data melalui jalur sepanjang 206,5 kilometer tanpa regenerasi sinyal di tengah perjalanan.
YOFC mengumumkan hasil uji lapangan tersebut pada 16 Juni 2026. Pengujian menggunakan sistem wavelength-division multiplexing (WDM). Sistem tersebut mencapai kapasitas hingga 1,2 Tbps pada setiap wavelength. YOFC menyebutnya sebagai uji lapangan pertama yang menggabungkan kapasitas 1,2 Tbps per wavelength dengan jarak lebih dari 200 kilometer tanpa regenerasi sinyal.
YOFC Fiber Optic dengan Inti Berongga
Fiber optik konvensional menggunakan inti kaca untuk membawa cahaya. Sementara itu, hollow-core fiber memiliki inti berongga. Struktur tersebut membuat cahaya merambat terutama melalui udara.
Perbedaan struktur tersebut memberikan karakteristik transmisi yang berbeda. Hollow-core fiber memiliki potensi untuk menghadirkan latensi lebih rendah dan nonlinieritas optik yang lebih kecil dibandingkan fiber berbasis kaca. Teknologi ini juga mendukung transmisi data berkapasitas tinggi.
Karakteristik tersebut membuat HCF menarik untuk jaringan yang membutuhkan kapasitas besar dan latensi rendah. YOFC terus mengembangkan teknologi ini untuk kebutuhan jaringan optik generasi berikutnya.
YOFC Fiber Optic Tembus 51,3 Tbps
Dalam pengujian tersebut, sistem mencapai kapasitas agregat 51,3 Tbps. Tim mengirimkan data melalui jalur sepanjang 206,5 kilometer. Mereka tidak menggunakan regenerasi sinyal di sepanjang jalur tersebut.
Tim menggunakan erbium-doped fiber amplifier (EDFA) untuk mendukung transmisi jarak jauh. Mereka juga mengoptimalkan kecepatan transmisi dan alokasi daya pada setiap wavelength. Pengaturan tersebut membantu sistem memaksimalkan kapasitas pada karakteristik hollow-core fiber yang digunakan.
Hasil ini menunjukkan perkembangan HCF untuk transmisi optik jarak jauh. Kemampuan mengirimkan data berkapasitas tinggi tanpa regenerasi sinyal juga dapat mengurangi kebutuhan perangkat tambahan pada jaringan tertentu.
Dikembangkan untuk Kebutuhan Data Era AI
Perkembangan artificial intelligence, cloud computing, dan pusat data meningkatkan kebutuhan terhadap jaringan berkapasitas tinggi. Infrastruktur tersebut harus mampu memindahkan data dalam jumlah besar dengan latensi rendah.
Hollow-core fiber menjadi salah satu teknologi yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Cahaya merambat terutama melalui udara di dalam inti fiber. Kondisi ini memberikan karakteristik propagasi yang berbeda dari fiber optik berbasis kaca.
YOFC menyebut teknologi HCF miliknya berpotensi digunakan untuk jaringan backbone berkapasitas tinggi. Teknologi tersebut juga dapat mendukung jaringan komputasi, pusat data, dan sistem komunikasi yang membutuhkan kapasitas besar serta latensi rendah.
Langkah Menuju Jaringan Optik Generasi Berikutnya
Pengujian 51,3 Tbps menunjukkan perkembangan hollow-core fiber dari tahap penelitian menuju pengujian di jaringan lapangan. YOFC, China Telecom, dan Dekoli menguji teknologi tersebut melalui jalur sepanjang 206,5 kilometer.
Meski demikian, hasil tersebut belum berarti hollow-core fiber akan langsung menggantikan fiber optik konvensional. Industri masih perlu meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan attenuation. Pengembang juga perlu memperpanjang jarak transmisi serta meningkatkan kompatibilitas HCF dengan infrastruktur jaringan yang sudah tersedia.
YOFC terus mengembangkan teknologi hollow-core fiber melalui produk-produknya. Perusahaan menyebut teknologi tersebut telah mencapai attenuation hingga 0,04 dB/km. YOFC juga mengklaim teknologinya dapat memberikan latensi 31 persen lebih rendah dan kecepatan transmisi 47 persen lebih tinggi dibandingkan fiber konvensional dalam kondisi yang mereka nyatakan.

Tinggalkan Balasan