Workshop “Dari Kelas Menuju Panggung Prestasi” membantu siswa mengubah tugas, proyek, dan pengalaman belajar menjadi bukti kompetensi yang dapat dilihat industri.
Media Bangsa – MOJOKERTO, 15 September 2026 SMKN 1 Sooko Mojokerto telah menyelenggarakan workshop digital marketing bertajuk “Dari Kelas Menuju Panggung Prestasi” bersama praktisi pemasaran dan vokasi Ahmad Madani, Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan tersebut membekali siswa dengan pemahaman mengenai strategi digital marketing, personal branding, presentasi, dan pembangunan portofolio profesional sejak masih berada di sekolah.
Ahmad menjelaskan bahwa banyak siswa telah mampu membuat desain, mengedit video, menghasilkan konten media sosial, dan menjalankan live selling. Namun, hasil pekerjaan tersebut sering berhenti sebagai tugas dan tersimpan di laptop atau galeri ponsel.
“Industri tidak hanya mencari orang yang mengatakan dirinya mampu. Industri mencari bukti berupa karya, proses, hasil, dan pembelajaran yang dapat dilihat,” ujar Ahmad.
Kepala SMKN 1 Sooko Mojokerto, Erna Sri Indarwati, S.Pd., M.Pd., menilai portofolio dapat memperkuat hubungan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia kerja.
“Setiap tugas dan proyek mempunyai peluang menjadi bukti kompetensi ketika didokumentasikan dengan baik. Kami ingin siswa menyadari bahwa proses belajar hari ini dapat menjadi modal untuk membuka peluang pada masa depan,” kata Erna Sri Indarwati.*
Ketua Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital SMKN 1 Sooko Mojokerto, Ngadiono, S.Pd., menyampaikan bahwa kemampuan teknis perlu disertai kemampuan menjelaskan strategi dan alasan di balik sebuah karya.
“Siswa tidak cukup hanya menunjukkan desain atau konten. Mereka perlu menjelaskan target audiens, tujuan, proses, keputusan, hasil, dan evaluasinya agar kompetensi mereka terlihat lebih utuh,” ujar Ngadiono.*
Dalam workshop tersebut, siswa diajak mengubah tugas sekolah, proyek kelompok, praktik pemasaran, pengalaman organisasi, live selling, dan kompetisi menjadi portofolio digital. LinkedIn diperkenalkan sebagai salah satu etalase profesional untuk menunjukkan perkembangan tersebut.
Ahmad juga menekankan bahwa personal branding bukan pencitraan. Personal branding dibangun melalui rekam jejak karya dan kontribusi yang disampaikan secara jujur serta konsisten.
“Jangan hanya mengerjakan tugas. Bangun portofolio. Jangan hanya mengumpulkan karya. Bangun reputasi,” tuturnya.
Workshop menegaskan bahwa perjalanan menuju prestasi tidak selalu dimulai dari piala. Perjalanan tersebut dimulai ketika siswa berani mendokumentasikan proses, menunjukkan karya, menerima evaluasi, dan terus memperbaiki kemampuan.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani merupakan praktisi pemasaran dan vokasi, trainer, konsultan, content creator, guru, dan narasumber tamu SMK. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI, Co-Founder AGMARI, serta Juri LKS bidang Pemasaran Digital tingkat nasional sejak 2019. Informasi kegiatannya tersedia melalui ahmadmadani.id

Tinggalkan Balasan