Media Bangsa – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat ekosistem kebencanaan nasional dan global melalui penyelenggaraan Asia Disaster Management & Civil Protection Expo (ADEXCO) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun sistem kebencanaan yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati mengatakan ADEXCO 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk dan peralatan teknologi kebencanaan, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan unsur pentaheliks.
“ADEXCO 2026 bukan sekadar pameran, melainkan ruang untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, teknologi, dan masyarakat. Bencana semakin membutuhkan ekosistem industri yang tidak hanya menyediakan peralatan fisik, tetapi juga data, teknologi, inovasi pembiayaan, hingga tata kelola yang dapat diterapkan secara nyata dari hulu ke hilir,” ujar Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2026).
ADEXCO 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pameran produk dan teknologi kebencanaan di ruang indoor dan outdoor, Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR), special session dan Resilience & Response Hub, onsite podcast dan program edukasi, serta Run for Charity sebagai kegiatan sosial dan kepedulian kebencanaan.
Untuk memastikan agenda tersebut memberikan dampak strategis dari hulu hingga hilir, BNPB juga telah melakukan pertemuan strategis dan menjajaki kolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pertemuan tersebut membahas integrasi sektor energi dan pertambangan dengan perspektif Pengurangan Risiko Bencana (PRB), mitigasi risiko kebencanaan industri, geofisika pertambangan, hingga pemulihan pascabencana.
Menjelang penyelenggaraan ADEXCO 2026, BNPB bersama para mitra juga membangun ruang dialog secara berkelanjutan sebagai fondasi penguatan kesiapsiagaan dan ketangguhan bencana.
Sejumlah agenda telah dilaksanakan, di antaranya Seminar Nasional Kebencanaan pada 29 April 2026 yang membahas kemandirian inovasi teknologi dan industrialisasi kebencanaan.
BNPB juga menyelenggarakan rangkaian NGOBAR (Ngobrol Pintar Bareng BNPB) yang mengangkat sejumlah isu kebencanaan, seperti komunikasi bencana melalui tema “Bukan Sekadar Sinyal”, lompatan teknologi drone, pembangunan kembali hunian pascabencana, hingga orkestrasi tata kelola bencana berkelanjutan.
Pembelajaran Ketangguhan di DIY
Selain itu, BNPB menggelar Pembelajaran Ketangguhan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan mengangkat pengalaman 20 tahun pascagempa bumi Yogyakarta 2006–2026 bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai pembelajaran praktik baik resiliensi daerah.
Indonesia juga secara konsisten mengusung gagasan Sustainable Resilience atau ketangguhan berkelanjutan yang mengintegrasikan tiga agenda utama dunia, yakni pengurangan risiko bencana melalui Sendai Framework, adaptasi perubahan iklim melalui Paris Agreement, dan pembangunan berkelanjutan melalui Sustainable Development Goals (SDGs).
Gagasan tersebut telah diperjuangkan melalui berbagai forum internasional, seperti G20, Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) Geneva 2025, hingga tingkat kawasan ASEAN melalui ASEAN Leaders’ Declaration on Sustainable Resilience.
Sebagai salah satu referensi, BNPB juga telah menyusun Sustainable Resilience Compendium dalam lima volume yang merekam gagasan, tata kelola, kebijakan, investasi, hingga aksi nyata dalam membangun ketangguhan terhadap bencana.
Melalui Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR), BNPB menegaskan bahwa pembangunan ketangguhan bencana merupakan upaya bersama atau joint endeavor yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
BNPB menilai tidak ada satu institusi maupun negara yang mampu membangun resiliensi secara mandiri tanpa kerja sama lintas sektor dan lintas negara.
ADEXCO 2026 dan Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026. Rangkaian tersebut juga menghadirkan Construction Indonesia, Concrete Show South-east Asia–Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, serta GIFA & METEC Indonesia.

Tinggalkan Balasan