Media Bangsa  – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mendorong Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Indonesia (PB PTMSI) memperkuat pembinaan atlet usia dini melalui kompetisi internasional. Hal itu disampaikan saat melepas 15 atlet tenis meja Indonesia yang akan mengikuti kejuaraan di Taiwan di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Marciano menilai keikutsertaan atlet usia dini dalam kejuaraan internasional penting untuk meningkatkan pengalaman, jam terbang, serta mental bertanding ketika menghadapi atlet dari negara lain.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PTMSI yang terus berupaya keras melakukan pembinaan pada usia dini. Hari ini khususnya laporan bahwa para atlet akan mengikuti kejuaraan di Taiwan menjadi langkah positif dalam membangun prestasi Tenis Meja, terlebih pada usia dini,” ujar Marciano.

Menurutnya, pembinaan sejak usia dini merupakan salah satu fondasi penting bagi perkembangan prestasi tenis meja Indonesia. Atlet perlu mendapatkan kesempatan bertanding secara konsisten agar mampu mengembangkan kemampuan sekaligus membangun mental kompetitif.

“Pembinaan atlet pada usia dini menjadi kunci penting dalam perkembangan Tenis Meja Indonesia. Dengan pengalaman dan jam terbang yang cukup, prestasi mereka akan semakin meningkat, sekaligus membentuk mental bertanding yang lebih kuat,” katanya.

Marciano juga berpesan agar para atlet dapat tampil tanpa tekanan berlebihan. Menurutnya, kesempatan bertanding harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga.

“Oleh karena itu, biarkan mereka bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Saya berharap tidak ada beban yang diberikan kepada para atlet, sehingga mereka dapat tampil lepas dan meraih prestasi terbaik,” ujarnya.

Marciano selanjutnya mendorong PB PTMSI untuk terus mengikutsertakan atlet dalam berbagai kejuaraan terbuka, baik di dalam maupun luar negeri. Menurutnya, semakin banyak pengalaman bertanding akan semakin membantu atlet menghadapi persaingan internasional.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian dan pembinaan yang berkelanjutan bagi atlet kelompok usia dini karena mereka merupakan bagian dari calon atlet masa depan Indonesia.

“Saya yakin mungkin lima tahun lagi para atlet ini mampu memberikan prestasi terbaik. Saya juga berharap atlet Tenis Meja yang nantinya mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama Indonesia adalah atlet-atlet binaan PB PTMSI,” kata Marciano.

Ketua Umum PB PTMSI Peter Layardi Lay menjelaskan, 15 atlet yang akan mewakili Indonesia di Taiwan telah melalui proses Seleksi Nasional (Seleknas) secara bertahap.

Menurut Peter, Seleknas dilakukan sekitar satu bulan sebelum keberangkatan untuk mendapatkan atlet terbaik yang akan memperkuat Indonesia dalam kejuaraan tersebut.

“Para atlet ini akan diberangkatkan tanggal 13. Sebelumnya kami telah melaksanakan seleksi nasional sekitar satu bulan lalu sebagai bentuk persiapan, hingga pada akhirnya 15 atlet inilah yang berhasil lolos menjadi wakil Indonesia di Taiwan,” ujar Peter.

Para atlet yang diberangkatkan terbagi dalam kelompok usia U-11, U-12, U-13, dan U-15, baik putra maupun putri.

Keikutsertaan mereka di Taiwan diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang tenis meja Indonesia. Pengalaman menghadapi atlet dari negara lain diharapkan memperkaya kemampuan teknis dan mental para atlet sebagai bekal menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Sumber