Media Bangsa – Potensi gempa bumi di Sulawesi Tengah mendorong Universitas Tompotika (Untika) Luwuk memperkuat kajian mitigasi gempa berbasis kearifan lokal. Selain itu, kampus ini memadukan teknologi dan inovasi, khususnya untuk pembangunan di wilayah rawan gempa.
Oleh karena itu, isu tersebut menjadi tema kuliah umum Untika Luwuk. Selanjutnya, kegiatan ini menghadirkan Guru Besar Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof. Dr. Ar. Ir. Naidah Naing, sebagai narasumber di Gedung Fakultas Teknik Untika Luwuk, Senin (7/9/2026).
Padukan Kearifan Lokal dan Teknologi untuk Mitigasi Gempa
Dalam kesempatan itu, guru besar Program Studi Teknik Arsitektur UMI Makassar itu memaparkan hasil kajiannya. Selanjutnya, ia menjelaskan cara memadukan kearifan lokal dengan perkembangan teknologi dan inovasi untuk menghadapi risiko gempa, terutama dalam konteks pembangunan di daerah rawan bencana.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Untika Luwuk Dr. Hamdin Husin mengatakan, pihaknya memilih tema tersebut karena Sulawesi Tengah punya tingkat kerawanan gempa yang perlu perhatian serius. “Di Sulawesi Tengah ini masih sangat rawan sehingga kami butuh pencerahan dan kajian di bidang tersebut,” ujar Hamdin.
Menurut dia, mahasiswa perlu memperkuat pengetahuan soal mitigasi gempa. Dengan begitu, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tapi juga mampu merespons persoalan nyata di daerah.
Bupati Apresiasi Kolaborasi Akademik
Bupati Banggai Amirudin mengapresiasi langkah Untika Luwuk yang rutin menghadirkan pakar dari berbagai perguruan tinggi. Menurutnya, kehadiran akademisi dari luar daerah bisa memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membuka jejaring akademik yang lebih luas.
“Kehadiran para pakar dari berbagai perguruan tinggi luar daerah menjadi salah satu upaya untuk membuka wawasan dan memperluas jejaring akademik,” kata Amirudin.
Selanjutnya, ia menilai perguruan tinggi punya posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia. SDM ini harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu terus memperkuat kolaborasi.
“Kita ingin generasi muda Banggai tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi generasi yang produktif, inovatif, mandiri, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Agenda Rutin Fakultas Teknik
Hamdin menjelaskan, kuliah umum dengan menghadirkan guru besar dari perguruan tinggi lain merupakan agenda rutin Untika Luwuk. Kampus melaksanakannya secara bergilir di setiap fakultas.
Pada 2026, Fakultas Teknik mengangkat isu mitigasi gempa sebagai bagian dari agenda tersebut. Topik ini relevan dengan kondisi Sulawesi Tengah saat ini, khususnya terkait mitigasi gempa kearifan lokal.
Selain itu, model kuliah umum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan perspektif dari akademisi luar kampus. Kegiatan ini juga menghubungkan pembelajaran di ruang kuliah dengan tantangan pembangunan serta kebencanaan di daerah.

Tinggalkan Balasan