Media Bangsa – Jujur saja, masuk ke Grup WA Ortu Murid sering kali bikin dilema. Di satu sisi, kita butuh ruang obrolan ini untuk memantau tugas sekolah anak. Namun di sisi lain, ratusan pesan masuk setiap hari sering bikin kepala pusing. Apalagi kalau isinya cuma ucapan terima kasih beruntun atau obrolan di luar topik pelajaran.

Rasa lelah menghadapi tumpukan obrolan digital ini sebenarnya sangatlah wajar. Kita seringkali takut ketinggalan pengumuman penting jika memilih keluar dari grup. Namun tenang saja, Anda tidak perlu untuk keluar dari Grup WA Ortu Murid untuk mendapat ketenangan harian. Ada beberapa cara simpel yang bisa Anda coba dari sekarang.

Trik Matikan Notifikasi Tanpa Takut Ketinggalan Info

Langkah paling cepat adalah dengan memanfaatkan fitur pintar WhatsApp untuk membungkam suara notifikasi. Anda bisa menyalakan fitur Mute atau bisukan obrolan selama satu tahun penuh atau sesuai keinginan Anda. Setelah itu, manfaatkan fitur Archive agar obrolan grup tersembunyi dari halaman utama aplikasi Anda. Cara ini membuat HP terasa jauh lebih tenang sepanjang hari.

Lalu, bagaimana jika ada jadwal pengumuman ujian yang mendadak? Anda cukup menekan lama pesan penting tersebut lalu pilih ikon bintang. Trik sederhana ini akan menyimpan pesan ke folder khusus. Hasilnya, Anda tetap bisa mengecek informasi kegiatan sekolah lewat menu ikon titik tiga kapan saja tanpa perlu menggeser ratusan obrolan lama.

Etika Komunikasi Biar Grup Tetap Adem

Selain mengatur aplikasi di HP, menjaga kenyamanan bersama di dalam Grup WA Ortu Murid juga butuh kerja sama antarwali murid. Cobalah membiasakan diri memakai fitur Reaction emoji ketimbang membalas dengan mengetik kata-kata singkat. Satu emoji jempol sudah cukup mewakili rasa terima kasih Anda tanpa perlu memenuhi layar HP wali murid lainnya.

Langkah kecil ini terbukti ampuh menjaga kesehatan mental para orang tua murid. Komunikasi harian pun bisa berjalan lebih efisien dan tetap menyenangkan. Mari kita ciptakan pola komunikasi orang tua yang sehat demi mendukung kegiatan belajar anak-anak di sekolah.

Sumber