Media Bangsa – Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa Abang None Jakarta bukan sekadar gelar. Menurutnya, Abang None memiliki peran penting sebagai representasi wajah positif Ibu Kota.
Fifi yang juga merupakan mantan None Jakarta 1995 menyampaikan hal tersebut saat memberikan pembekalan kepada 36 finalis The 54th Abang None Jakarta 2026. Kegiatan itu berlangsung di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Sebanyak 36 finalis Abang None dari enam wilayah administrasi DKI Jakarta hadir dalam pembekalan tersebut. Mereka mengikuti berbagai materi untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki tahap akhir pemilihan.
Abang None Punya Peran Penting untuk Jakarta
Menurut Fifi, tahap final menunjukkan bahwa para peserta telah melewati berbagai proses seleksi. Ia menilai para finalis juga memiliki potensi untuk tampil dan membawa nama Jakarta.
Fifi menyebut Abang None sebagai salah satu kegiatan pengembangan kepemudaan yang luar biasa. Ia juga menjelaskan sejarah Abang None Jakarta yang telah berlangsung sejak 1968. Pada tahun tersebut, Jakarta memilih None pertama. Kemudian, pemilihan Abang pertama berlangsung pada 1971.
“Hari ini, Abang None bisa diketahui lebih luas di dunia digital melalui media sosial,” kata dia.
Selanjutnya, Fifi menjelaskan peran Abang None sebagai duta sekaligus public relations (PR) Kota Jakarta. Peran tersebut mencakup upaya membangun persepsi positif, memperkenalkan berbagai potensi, dan membawa cerita baik tentang Jakarta kepada masyarakat luas.
Kemampuan Komunikasi Jadi Perhatian
Karena itu, Fifi mengingatkan para finalis agar memperhatikan kemampuan komunikasi. Hal tersebut mencakup komunikasi verbal maupun nonverbal.
Menurutnya, kesan pertama menjadi hal penting ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Para finalis perlu menunjukkan kepercayaan diri dan etika dalam berkomunikasi.
Selain itu, mereka perlu memperhatikan sikap tubuh, suara, intonasi, dan antusiasme. Penampilan juga perlu mendapat perhatian. Pakaian yang nyaman, aksesori, dan tata rias dapat menunjang penampilan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Fifi juga membagikan tiga kunci untuk membangun hubungan profesional. Ketiga kunci tersebut adalah understand, develop, dan foster.
Understand berarti memahami tujuan saat berkenalan atau membangun hubungan profesional. Selanjutnya, develop berarti membangun hubungan agar dapat berjalan dengan baik. Sementara itu, foster berarti memelihara hubungan yang sudah terjalin secara profesional dan berkelanjutan.
Finalis Bahas Keamanan Anak di Ruang Digital
Dalam kesempatan tersebut, para finalis juga mengikuti sesi tanya jawab. Salah satu topik yang mereka bahas adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang dikenal sebagai PP Tunas.
Sejumlah finalis Abang None menilai regulasi tersebut menjadi langkah tegas negara untuk melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai risiko di ruang digital.
Mereka juga memahami bahwa kebijakan tersebut tidak menyasar atau menghukum anak dan orang tua secara langsung. Sebaliknya, aturan tersebut mengatur kewajiban Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) atau pemilik platform digital untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.
Pembekalan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman para finalis mengenai peran Abang None. Para finalis diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda Jakarta yang komunikatif, positif, dan beretika.

Tinggalkan Balasan