Media Bangsa – Peredaran rokok ilegal Sleman jadi sorotan warga Padukuhan Pondok, Condongcatur, saat mereka belajar mengenali pita cukai sambil menikmati wedang hangat di tengah malam. Acara ini membuktikan bahwa edukasi hukum tak harus tegang dan kaku.u.
Lewat acara Gempur Rokok Ilegal (GOKIL) “Sobo Ndeso”, panitia menyelipkan pesan hukum lewat humor khas Jawa. Alhasil, pesan tersebut meresap mulus ke warga.
Suasana Hangat di Rumah Dukuh Pondok
Acara berlangsung di kediaman Dukuh Pondok, Irfani Reza Pahlevi, di RT 03/RW 07. Sebanyak 68 peserta hadir malam itu, mulai dari Bea Cukai Yogyakarta, Satpol PP DIY, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Meski beragam latar belakang, tak ada sekat ketegangan di antara mereka.
Yati Pesek Kocok Perut Hadirin
Seniman kawakan Yati Pesek tampil membawakan lakon singkat berjudul “Yati Pesek Keciduk Dodol Rokok Tanpo Kendit”. Lakon ini sukses mengocok perut hadirin. Yati mengangkat istilah Jawa rokok tanpo kendit, alias rokok tanpa “sabuk” pita cukai, sebagai bahan celetukan segar.
Selain menghibur, celetukan itu juga menancapkan pemahaman mendalam ke warga. Lewat cerita konyol tentang nasib apes berjualan rokok polos, Yati menyampaikan pesan serius soal bahaya dan konsekuensi hukum rokok ilegal.
Warga Jadi “Detektif Cukai” Dadakan
Selanjutnya, dialog interaktif membuat suasana makin seru. Panitia mengajak warga menjadi “detektif cukai” dadakan. Kemudian, petugas Bea Cukai memeragakan cara memeriksa hologram dan tanda pengaman pada bungkus rokok.
Lima Kategori Rokok Ilegal yang Wajib Diwaspadai
Plh. Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Imam Sarjono, bersama Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji, memaparkan lima kategori rokok ilegal. Kelima kategori itu meliputi rokok polos tanpa pita, pita cukai palsu, pita bekas, salah peruntukan, dan pita salah personalisasi.
Menurut Imam, peredaran rokok bodong tak cuma merugikan penerimaan negara. Lebih dari itu, praktik ini juga mematikan usaha pedagang kecil yang taat aturan.
Sementara itu, Bagas menegaskan pentingnya edukasi masyarakat. Ia menilai operasi penindakan di lapangan akan lebih efektif jika diimbangi penekanan angka permintaan dari warga.
Warga Siap Kawal Gerakan GOKIL
Di sisi lain, Irfani mengapresiasi pendekatan humanis yang dibawa tim gabungan. Menurutnya, obrolan santai berbalut seni tradisi jauh lebih mengena ketimbang seminar formal.
Akhirnya, warga Pondok berikrar mendukung gerakan GOKIL. Mereka siap aktif mengawasi lingkungan dan melaporkan indikasi peredaran rokok tanpa pita cukai. Lewat tawa dan kebersamaan, benteng pencegahan rokok ilegal di Condongcatur kini berdiri makin kokoh. (MC Sleman / KIM Depok / Wasana)

Tinggalkan Balasan