Media Bangsa – Lampung Tengah, 8 Agustus 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Program Desa BRILiaN 2026 bekerja sama dengan LLPM Universitas Jenderal Soedirman mengirimkan Dosen Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk melaksanakan kegiatan pendampingan intensif di Kampung Gaya Baru VIII, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 3 hingga 8 Agustus 2026, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kapasitas desa menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik, mandiri, dan berdaya saing.
Tim pendamping dari Universitas Jenderal Soedirman terdiri atas Rini Widianingsih, S.E., M.Acc., Ak., CA dan Ratu Ayu Sri Wulandari, S.E., M.Si., M.A., Ak., CA, yang berkolaborasi dengan tim dari BRI Unit Seputih Surabaya, yaitu Febri Eko Santoso, S.Pd. Selama kegiatan berlangsung, tim pendamping memberikan bimbingan, konsultasi, serta asistensi kepada pemerintah kampung dan berbagai pemangku kepentingan desa dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola dan pengembangan potensi desa.
Pendampingan mencakup berbagai sektor strategis, antara lain penguatan tata kelola pemerintahan kampung, pengelolaan keuangan desa, pengembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKA), sektor pertanian, pengembangan usaha masyarakat, optimalisasi potensi ekonomi lokal, serta penyusunan strategi pengembangan desa berkelanjutan. Selain itu, peserta juga memperoleh pendampingan dalam mengidentifikasi potensi unggulan desa, menyusun rencana aksi pengembangan, memperkuat kelembagaan, serta meningkatkan inovasi pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.
Selama enam hari pelaksanaan, berbagai kegiatan dilakukan melalui diskusi, observasi lapangan, identifikasi potensi desa, evaluasi tata kelola, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan desa. Pendekatan yang diterapkan bersifat partisipatif dengan melibatkan aparatur kampung, pengurus BUMKA, kelompok tani, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan unsur kelembagaan desa sehingga setiap program yang dirumuskan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil masyarakat.
Ketua Kampung Gaya Baru VIII, Bapak Ruswanto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh BRI bersama tim dosen Universitas Jenderal Soedirman. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi pemerintah kampung untuk melakukan pembenahan sekaligus memperkuat berbagai sektor pembangunan.
“Kami berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan pendampingan ini agar Kampung Gaya Baru VIII tidak hanya mampu mempertahankan prestasi sebagai nominasi 25 besar Desa BRILiaN 2026, tetapi juga dapat meningkat menjadi nominasi 5 besar Desa BRILiaN tingkat nasional. Kami berharap melalui pendampingan ini tata kelola pemerintahan kampung semakin baik, perekonomian masyarakat terus berkembang, serta masyarakat menjadi lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” ujar Ruswanto.
Sementara itu, tim pendamping dari Universitas Jenderal Soedirman menyampaikan bahwa keberhasilan Program Desa BRILiaN tidak hanya diukur dari pencapaian dalam kompetisi, tetapi juga dari kemampuan desa membangun sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, inovatif, serta mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara BRI, perguruan tinggi, pemerintah kampung, dan masyarakat, diharapkan Kampung Gaya Baru VIII mampu menjadi contoh desa yang adaptif terhadap perubahan, unggul dalam tata kelola pemerintahan, memiliki kelembagaan ekonomi yang kuat melalui BUMKA, serta mampu mengembangkan sektor pertanian dan usaha masyarakat sebagai penggerak utama perekonomian desa.
Program pendampingan ini sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia perbankan, perguruan tinggi, dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan nasional untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan