Media Bangsa –Ratusan siswa baru di Kota Dumai diajak untuk menjaga etika digital serta mewaspadai bahaya judi online yang kini marak mengincar generasi muda. Edukasi ini dinilai krusial agar internet dan media sosial dapat dimanfaatkan secara aman untuk mendukung kreativitas belajar, bukan justru merusak masa depan.

Pesan tersebut mengemuka dalam program edukasi “Goes to School” yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Dumai di GOR SMK Taruna Persada, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menyasar 350 siswa baru yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Operator Layanan Operasional Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotiksan Dumai, Randha Rhomadhan Ayka, mengingatkan para pelajar bahwa media sosial ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi sangat kuat untuk membangun potensi diri, namun di sisi lain menyimpan ancaman nyata jika tidak digunakan secara bijak.

“Kalian harus bijak menyaring informasi dan menjaga data pribadi. Jangan sampai terjebak dalam lingkaran judi online yang saat ini marak menyasar generasi muda, karena dampaknya bisa merusak masa depan kalian, keluarga, dan mental secara instan,” ujar Randha saat memberikan pemaparan materi di hadapan ratusan siswa.

Selain pemaparan materi yang serius mengenai keamanan data dan bahaya judi online, edukasi ini juga dikemas secara interaktif. Antusiasme para pelajar terlihat saat sesi kuis tanya jawab berlangsung, di mana mereka saling berebut menjawab pertanyaan untuk mendapatkan hadiah dari tim Diskominfotiksan Dumai.

Melalui pendekatan edukasi langsung ke sekolah ini, generasi muda di Kota Dumai diharapkan mampu membentengi diri dari pengaruh negatif internet dan tumbuh menjadi agen perubahan yang cerdas di ruang digital.

Sumber