Pembuatan QRIS di warung sembako oleh Mahasiswa KKN 116 UMM (Foto diambil oleh anggota devisi Media dan Informasi KKN 116)
Media Bangsa – Bantur, 27 Agustus 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 116 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk bebe13e3³¾⁴r r 44rapa para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dilaksanakan pada 4-6 Agustus 2026 2026 tersebut merupakan salah satu bagian dari program kerja kelompok KKN Berdampak 116 yang bertujuan untuk mendorong dan mengoptimalkan transformasi digital terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya untuk dapat memperkenalkan penggunaan QRIS sebagai salah satu alternatif sistem pembayaran non-tunai dalam kegiatan transaksi sehari-hari.
Program Pembuatan QRIS diawali dengan melakukan survei dan observasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 116 terhadap jumlah UMKM di Desa Bantur. Hasil dari pengamatan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat pelaku usaha yang hanya menerima pembayaran secara tunai, sementara sebagian lainnya sudah memiliki QRIS. Kondisi tersebut menjadi dasar awal bagi mahasiswa KKN Berdampak 116 untuk memberikan informasi terkait dengan pemanfaatan pembayaran digital sesuai sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing pelaku usaha,. Selain memperkenalkan QRIS, mahasiswa KKN Berdampak 116 juga memberikan pemahaman mengenai manfaat dan penerapannya dalam mendukung aktivitas transaksi UMKM.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Berdampak 116 menyampaikan informasi mengenai pengertian, cara kerja, manfaat, dan penggunaan QRIS kepada pelaku UMKM. Kegiatan sosialisasinya kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan QRIS secara langsung untuk para pelaku usaha yang berminat dalam mengikuti program tersebut. Mahasiswa mendampingi proses pendaftaran sesuai dengan persyaratan yang diperlukan hingga QEIS berhasil dibuat dan digunakan. Setelah QRIS tersedia, mahasiswa turut membantu dalam menempelkan kertas kode QRIS di tempat usaha agar dapat terlihat dan digunakan dengan mudah oleh pelanggan.
Pelaksanaan program juga menghadapi beberapa kendala kendala, salah satunya terdapat pelaku UMKM yang merasa belum membutuhkan sistem pembayaran digital sehingga mereka memilih untuk tidak menggunakan QRIS. Meskipun demikian, kegiatan tersebut tetap berjalan dengan baik dan mendapatkan respons yang positif dari pelaku UMKM yang mengikuti sosialisasi serta pendampingan. dengan hadirnya QRIS tersebut dapat memberikan alternatif pembayaran bagi para pelanggan yang tidak membawa uang tunai sekaligus bentuk dari memperkenalkan pilihan transaksi digital kepada para pelaku usaha.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Berdampak 116 UMM berharap dengan adanya QRIS yang telah dibuat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM di Desa Bantur. Dengan adanya sistem pembayaran digital tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung digitalisasi UMKM berdasarkan dengan kebutuhan masyarakat di Desa Bantur. Dengan adanya pendampingan secara langsung, mahasiswa berharap pemanfaatan dari pembayaran digital ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM maupun untuk masyarakat sebagai konsumen.

Tinggalkan Balasan