Media Bangsa – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kemenhub mengajak keluarga besar Kemenhub untuk bergotong royong membantu warga. Bantuan tersebut akan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa
Kemenhub membuka penggalangan bantuan di Kantor Pusat Jakarta. Kegiatan ini berlangsung pada 15 hingga 22 Agustus 2026.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian Kemenhub kepada masyarakat terdampak bencana.
“Kami membuka penggalangan bantuan bagi para ASN Kemenhub yang ingin bergotong royong membantu kebutuhan masyarakat terdampak gempa Flores. Bantuan ini sebagai bentuk solidaritas kami untuk meringankan beban saudara-saudara di Pulau Flores dan sekitarnya yang sedang terkena musibah,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Kemenhub mengumpulkan berbagai kebutuhan dasar. Bantuan tersebut meliputi makanan, air minum, selimut, sarung, dan pakaian.
Kemenhub juga menerima obat-obatan, vitamin, dan kebutuhan dasar lainnya.
Distribusi Bantuan melalui Jalur Laut dan Udara
Kemenhub menyiapkan dua jalur untuk mengirim bantuan. Kedua jalur tersebut adalah transportasi laut dan udara.
Melalui jalur laut, KM Tidar akan mengangkut bantuan menuju NTT. Kapal tersebut dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Agustus 2026.
KM Tidar akan singgah di beberapa wilayah. Lokasinya meliputi Maumere, Larantuka, Lewoleba, dan Kupang.
Kemenhub juga menyiapkan distribusi melalui jalur udara. Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan akan mengirim bantuan menuju Bandar Udara Ende, Flores.
Kedua jalur tersebut akan membantu memperluas jangkauan distribusi. Cara ini juga mempercepat pengiriman bantuan kepada masyarakat.
UPT Kemenhub Turut Salurkan Bantuan
Sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub juga ikut membantu masyarakat. Mereka menyalurkan bantuan secara mandiri di berbagai wilayah.
UPT yang berada dekat dengan lokasi bencana menjadi bagian dari upaya tersebut. Akses yang lebih dekat memungkinkan bantuan bergerak lebih cepat.
Menhub Dudy mengatakan, Kemenhub juga mengoptimalkan layanan transportasi. Upaya tersebut mendukung penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
“Selain menghimpun bantuan, kami juga memastikan dukungan optimalisasi layanan dan infrastruktur transportasi untuk penanganan kondisi darurat pasca gempa serta pemulihan masyarakat terdampak,” tutur Menhub.
Kemenhub Pastikan Transportasi Tetap Berjalan
Kemenhub memeriksa fasilitas bandar udara dan pelabuhan di wilayah terdampak. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi infrastruktur tetap aman.
Kemenhub juga menjaga konektivitas transportasi udara dan laut. Konektivitas tersebut mendukung mobilisasi masyarakat dan pengiriman bantuan.
Keselamatan transportasi tetap menjadi prioritas Kemenhub. Karena itu, Kemenhub terus berkoordinasi dengan berbagai pihak selama masa tanggap darurat.
Melalui bantuan kemanusiaan dan dukungan transportasi, Kemenhub berharap proses penanganan bencana dapat berjalan optimal.
Upaya tersebut juga mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa Flores.
Langkah Kemenhub sejalan dengan semangat Asta Cita pemerintah. Pemerintah terus mendorong pembangunan yang berkeadilan dan menjaga konektivitas antardaerah.
Kemenhub juga berkomitmen memastikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat menghadapi bencana.

Tinggalkan Balasan