Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi membuka pendaftaran peningkatan kapasitas calon pekerja migran. Panitia membuka masa pendaftaran pendaftar mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026. Saat ini, penyelenggaraan Program SMK Go Global Batch 2 bertujuan memperluas akses kompetensi kerja internasional. Langkah ini menjadi ruang strategis bagi masyarakat dalam menembus pasar pekerja migran global secara luas.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyampaikan bahwa pendaftaran ini menjangkau sasaran masyarakat luas. Pemerintah mengundang lulusan sekolah vokasi serta masyarakat umum untuk bergabung. Oleh karena itu, peserta perlu memanfaatkan pelatihan ini untuk mematangkan persiapan diri secara optimal. Pengelola program merancang kurikulum pelatihan agar selaras dengan kebutuhan industri luar negeri saat ini.
Persyaratan Pendaftaran Program SMK Go Global Batch 2
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa program ini tidak membatasi latar belakang pendidikan peserta. Pihaknya menerima pendaftar dari jenjang D3, S1, hingga S2 yang memenuhi syarat secara umum. Selain itu, panitia menyederhanakan syarat administrasi pendaftaran pada periode tahun 2026 ini. Calon peserta tidak lagi wajib melampirkan kartu kuning atau AK-1 saat pendaftaran.
Kemudahan administrasi ini bertujuan mendorong partisipasi aktif pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta cukup mengirimkan dokumen secara daring melalui kanal resmi BP3MI. Sebab, pemerintah ingin memangkas birokrasi agar proses seleksi berjalan lebih cepat dan efisien. Kebijakan baru ini memberi kesempatan setara bagi seluruh pencari kerja luar negeri.
Kurikulum Pelatihan dan Sektor Pekerjaan
Program peningkatan kapasitas ini memuat dua fokus utama pelatihan keterampilan kerja masyarakat. Peserta akan menerima pembekalan bahasa asing serta pelatihan kompetensi teknis sektor pekerjaan. Sebagai contoh, bidang pelatihan mencakup sektor kesehatan, hospitality, pertanian, hingga transportasi. Informasi lengkap pendaftaran dapat diakses melalui kanal BP3MI.
Pemerintah berharap program ini mampu mendongkrak daya saing tenaga kerja nasional secara berkelanjutan. Keterampilan yang terasah dengan baik akan melindungi pekerja saat bertugas di negara tujuan penempatan. Pada akhirnya, kesiapan kompetensi ini membuka peluang kerja internasional yang lebih luas bagi para pemuda Indonesia.

Tinggalkan Balasan