Momen pelepasan resmi tim KPM Internasional Unipdu Jombang oleh Rektor sebelum bertolak menuju Sanggar Bimbingan dan Pondok Pesantren An-Nahdloh, Selangor, Malaysia.
Berdayakan Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Budaya di Sanggar Bimbingan dan Pondok Pesantren An-Nahdloh, Selangor Malaysia
Media Bangsa – JOMBANG – Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang kembali mengaktualisasikan kerja sama internasional dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Malaysia dalam wujud kegiatan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat Internasional (KPMI). KPMI Unipdu Jombang menegaskan kiprahnya di kancah internasional melalui kegiatan pengabdian yang digelar di Sanggar Bimbingan dan Pondok Pesantren An-Nahdloh, Kampung Tanjung Sepat, Banting, Selangor, Malaysia. Selama 28 hari, mulai 9 Juli hingga 5 Agustus 2026, dosen pembimbing dan enam mahasiswa Unipdu Jombang tinggal, belajar, dan mengabdi bersama para santri, menghadirkan rangkaian program di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, digitalisasi, hingga kebudayaan.
Keenam mahasiswa tersebut adalah Putri Salsabila Ghozali (Ilmu Keperawatan) selaku ketua kelompok, Rif’ah Naula Izza Sasmita dan Robiatul Adawiya (Ilmu Keperawatan), serta Sinta Devi Arofah, Fika Mumtazatus Selimah, dan Ananda Melani Putri (Pendidikan Bahasa Inggris). Program ini berada di bawah bimbingan langsung Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Nur Ulwiyah, M.Pd.I, dan berlangsung atas kerja sama dengan Sanggar Bimbingan dan Pondok Pesantren An-Nahdloh yang dipimpin oleh Ustadz Rizal Jami’an.
Mengabdi Sebagai Prioritas Utama
Sejak awal keberangkatan, Dr. Nur Ulwiyah, M.Pd.I selalu mengingatkan bahwa esensi KPM Internasional bukan sekadar kesempatan menjejakkan kaki di negeri orang, melainkan tanggung jawab untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang dituju.
“Yang harus dinomorsatukan adalah pengabdian. Kita berada di Malaysia bukan untuk jalan-jalan. Tujuan utama kita adalah mengabdi, memberikan manfaat, dan menjalankan program yang memang dibutuhkan oleh Sanggar Bimbingan dan Pondok Pesantren An-Nahdloh. Kalau jalan-jalan, itu menjadi opsi terakhir setelah kewajiban pengabdian kita selesai”, demikiran arahan Dr. Nur Ulwiyah, M.Pd.I, Dosen Pembimbing Lapangan.
Prinsip tersebut kemudian diterjemahkan menjadi belasan program kerja lintas bidang yang dirancang berdasarkan kebutuhan riil sanggar bimbingan dan pondok pesantren, mulai dari pendampingan kegiatan belajar-mengajar formal, penguatan bahasa asing, edukasi kesehatan, pengelolaan lingkungan, hingga digitalisasi data santri.
Menghidupkan Kelas dengan Cara yang Baru
Di bidang pendidikan, mahasiswa Unipdu terlibat aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal untuk mata pelajaran IPS dan Bahasa Indonesia tingkat SMP, dengan memanfaatkan media pembelajaran digital seperti video edukasi, Wordwall, dan presentasi interaktif agar suasana kelas lebih hidup dan variatif. Selain itu, digelar pula English Amazing Race, Arabic Fun Day, hingga pementasan drama edukasi Stand Up Against Bullying pada acara penutupan.

Pendampingan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal di ruang kelas Sanggar Bimbingan dan Pondok Pesantren An-Nahdloh
“English Amazing Race kami rancang supaya santri belajar Bahasa Inggris tanpa merasa sedang belajar. Mereka antusias mengikuti setiap pos permainan, dan yang paling membahagiakan adalah melihat santri yang tadinya malu-malu berbicara Bahasa Inggris, perlahan menjadi berani mencoba”, demikian kata Sinta Devi Arofah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris.

Suasana English Amazing Race, salah satu program penguatan bahasa asing yang dikemas melalui permainan interaktif bersama santri.
“Melalui Arabic Fun Day dan drama Stand Up Against Bullying, kami ingin santri tidak hanya menambah kosakata, tetapi juga memahami nilai-nilai penting seperti saling menghargai. Prosesnya panjang, mulai dari latihan hingga pementasan di acara penutupan, tetapi hasilnya sepadan melihat santri tampil percaya diri”, demikian kata Fika Mumtazatus Selimah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris.
Sereh Ceria: Solusi Sederhana dari Masalah Sehari-hari
Kepekaan terhadap persoalan lingkungan pondok turut mendorong lahirnya program ‘Sereh Ceria’, yakni pembuatan semprotan antinyamuk berbahan dasar serai (sereh) sebagai respons atas populasi lalat dan nyamuk yang cukup tinggi di lingkungan pondok.
“Awalnya kami melihat di lingkungan pondok cukup banyak lalat. Dari situ kami berpikir bagaimana caranya agar permasalahan tersebut bisa diatasi dengan sesuatu yang sederhana, tetapi tetap menyenangkan. Akhirnya kami berinisiatif membuat Sereh Ceria, yaitu kegiatan membuat kreasi dari sereh yang diharapkan dapat membantu mengurangi lalat dan nyamuk di lingkungan pondok”, demikian kata Putri Salsabila Ghozali, Ketua Kelompok KPM Internasional.

Dokumentasi program Sereh Ceria: proses pembuatan semprotan antinyamuk berbahan serai bersama para santri.
Digitalisasi Data Santri, Warisan Jangka Panjang
Selain isu lingkungan, tim KPM Internasional juga menjawab kebutuhan administrasi pondok yang belum memiliki Nomor Induk Santri (NIS). “Kami mendata biodata santri satu per satu, lalu merekapnya agar menjadi database yang lebih tertata dan bisa digunakan untuk pembuatan Nomor Induk Santri,” jelas Putri Salsabila Ghozali. Langkah kecil ini diharapkan menjadi warisan jangka panjang bagi pengelolaan administrasi Pondok An-Nahdloh.
Sehat Ceria dan Pahlawan Kecil Siaga
Di bidang kesehatan, tim KPM Internasional menggelar “Sehat Ceria”, yaitu pemeriksaan kesehatan dasar (health screening) yang dipadukan dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program ini juga dilengkapi “Pahlawan Kecil Siaga”, simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang dikemas secara interaktif agar mudah dipahami santri usia sekolah.
“Sebagai mahasiswa keperawatan, kami ingin memastikan santri tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memahami cara menjaga kesehatannya sendiri. Lewat Sehat Ceria dan simulasi P3K, santri jadi tahu langkah dasar pertolongan pertama dan lebih peduli pada kebersihan diri maupun lingkungan”, demikian kata Rif’ah Naula Izza Sasmita, Mahasiswa Ilmu Keperawatan.

Pemeriksaan kesehatan dasar dan kegiatan Kreasi Fluffy Art dalam rangkaian puncak Bazar Pesantren dan Layanan Kesehatan.
“Yang paling berkesan bagi saya adalah melihat antusiasme santri saat kami mendampingi kegiatan bazar dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan sekecil apa pun, kalau dikerjakan dengan sepenuh hati, ternyata bisa memberi dampak dan kenangan yang besar bagi mereka”, demikian pandangan Robiatul Adawiya, Mahasiswa Ilmu Keperawatan
Jejak Nusantara: Merawat Rindu, Mengenalkan Budaya
Program ‘Jejak Nusantara’ menjadi jembatan pengenalan keberagaman budaya Indonesia kepada santri, mulai dari tarian, permainan tradisional, hingga pakaian adat. Program ini berjalan beriringan dengan ‘Fun with Batik Art’, pengenalan batik sebagai warisan budaya, serta ‘Pohon Impian Santri’ dan ‘Surat Cinta untuk Indonesia’, dua kegiatan reflektif yang mengajak santri menuliskan cita-cita sekaligus rasa cinta mereka terhadap Indonesia.
“Lewat Jejak Nusantara dan Fun with Batik Art, kami ingin santri, yang sebagian besar berdarah Indonesia namun besar di Malaysia, tetap mengenal akar budayanya. Momen paling menyentuh justru saat kegiatan Surat Cinta untuk Indonesia, banyak santri menulis rindu pada Indonesia meski belum pernah menginjakkan kaki di sana”, demikian penjelasan Ananda Melani Putri, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris
Apresiasi dari Sanggar Bimbingan dan Pondok Pesantren An-Nahdloh
Kehadiran mahasiswa Unipdu Jombang selama hampir sebulan turut mendapat apresiasi dari pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdloh. Ustadz Rizal Jami’an menilai program KPM Internasional memberikan warna dan manfaat konkret, tidak hanya bagi santri, tetapi juga bagi pengelolaan pondok secara kelembagaan.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa Unipdu Jombang. Program-program yang mereka bawa, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penataan database santri, sangat membantu kami. Semoga kerja sama antara Sanggar Bimbingan, Pondok Pesantren An-Nahdloh dan Unipdu Jombang ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang”, harap Ustadz Rizal Jami’an, Pimpinan Pondok Pesantren An-Nahdloh.
Pengalaman yang Membentuk, Kontribusi yang Berkelanjutan
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Apel Pagi Akbar, pementasan seni santri, drama Stand Up Against Bullying, hingga Malam Apresiasi dan Penganugerahan pada 4 Agustus 2026, sebelum tim pulang ke Indonesia keesokan harinya. Bagi Putri, memimpin tim di negeri orang menjadi pembelajaran berharga yang tak diperoleh di bangku kuliah.
“Menjadi ketua kelompok di KPM Internasional mengajarkan saya banyak hal, mulai dari koordinasi lintas program, komunikasi dengan pihak pondok, hingga menyelesaikan kendala di lapangan bersama tim. Pengalaman ini membuat saya semakin yakin bahwa ilmu yang kami pelajari di Unipdu Jombang benar-benar bisa memberi manfaat nyata, bahkan hingga ke luar negeri”, demikian pandangan Putri Salsabila Ghozali, Ketua Kelompok KPM Internasional.

Tim KPM Internasional Unipdu Jombang mengikuti apel pagi bersama seluruh santri Pondok Pesantren An-Nahdloh.
Melalui program pendidikan, kesehatan, lingkungan, digitalisasi, hingga kebudayaan yang dijalankan secara berkesinambungan selama 28 hari, KPM Internasional Unipdu Jombang di Sanggar Bimbingan dan Pondok Pesantren An-Nahdloh, Selangor, Malaysia, membuktikan bahwa kontribusi Unipdu Jombang mampu menembus batas negara. Program ini sekaligus menegaskan komitmen Unipdu Jombang dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat, di manapun mereka berada, baik di latar nasional maupun internasional.***

Tinggalkan Balasan