Media Bangsa – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau secara langsung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan dukungan pembiayaan negara berjalan optimal dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan menyapa para siswa dan memberikan motivasi agar mereka memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Purbaya menegaskan bahwa dirinya mendapat amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan dukungan anggaran bagi penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat.
“Saya diperintah Presiden menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya,” ujar Menteri Keuangan Purbaya.
Saat berdialog dengan para siswa, Menteri Keuangan juga menanyakan kesan mereka terhadap keberadaan Sekolah Rakyat. Pertanyaan tersebut dijawab serempak dengan penuh antusias oleh para siswa, “Senang, Pak!”
Menteri Keuangan kembali mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
“Jadi ini Program Pak Prabowo. Semoga adik-adik jadi orang pintar. Jangan malas belajar ya,” pesannya kepada para siswa.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di lapangan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pembiayaan sektor pendidikan. Dukungan anggaran negara diharapkan mampu menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas dan merata sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare dengan kapasitas sekitar 370 siswa. Mengusung konsep pendidikan terintegrasi, sekolah ini menyatukan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan yang dilengkapi fasilitas asrama dan sarana pendukung pembelajaran.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah tersebut dipersiapkan menampung 370 siswa, terdiri atas 30 siswa SD, 120 siswa SMP, dan 120 siswa SMA. Adapun peserta didik baru yang diterima sebanyak 270 orang. Kegiatan belajar didukung oleh 41 guru, 37 wali asuh, 10 wali asrama, serta 43 tenaga pendukung.
Dalam pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur, nilai kontrak tercatat sebesar Rp3,52 triliun, dengan pagu anggaran Rp3,82 triliun dan realisasi anggaran mencapai Rp3,21 triliun.
Melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang berkualitas sehingga mampu meraih masa depan yang lebih baik. Dari ruang-ruang kelas Sekolah Rakyat inilah diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang berdaya saing, berkarakter, dan kelak menjadi pemimpin Indonesia di berbagai bidang, termasuk sebagai menteri maupun Presiden Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan