Media Bangsa – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong penguatan sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta seluruh pemangku kepentingan. Langkah strategis ini bertujuan membangun ekosistem keuangan digital yang inovatif, aman, inklusif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah memandang penguatan tata kelola AI sebagai hal mutlak seiring pesatnya pemanfaatan kecerdasan artifisial di tengah masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan gagasan tersebut dalam acara OJK Digital Financial Innovation Day (Digination) 2026 di Jakarta pada Kamis (27/8/2026). Selain memperingati momentum tiga tahun implementasi UU P2SK, forum ini merefleksikan arah kebijakan sektor keuangan digital. “Kita harus menyiapkan manusia Indonesia untuk memimpin, bukan sekadar mengikuti transformasi ini,” ujar Nezar di hadapan para peserta.

Tata Kelola AI dan Tantangan Talenta Digital Indonesia

Berdasarkan proyeksi lembaga Kearney, kontribusi kecerdasan artifisial terhadap PDB Indonesia menembus angka 366 miliar dolar AS pada 2030. Di samping itu, riset mencatat sekitar 65 persen masyarakat Indonesia sudah memanfaatkan teknologi cerdas dalam aktivitas harian. Meskipun demikian, pertumbuhan pesat ini menyisakan tantangan berupa kesenjangan talenta digital serta kebutuhan regulasi khusus untuk mengantisipasi kemunculan agen otomatis (AI agent) dalam transaksi keuangan.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Komdigi memperkuat regulasi tata kelola AI lewat Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023 serta merumuskan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional. Selain itu, pemerintah menggalakkan program pelatihan talenta melalui kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka dan menggandeng mitra global dalam AI Center of Excellence.

Sinergi Komdigi dan OJK di Sektor Keuangan

Dalam kesempatan yang sama, Nezar menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak berjalan optimal tanpa kolaborasi erat bersama regulator sektor keuangan. OJK menjalankan peran sebagai orkestrator yang mempertemukan regulator, industri, serta para inovator. Melalui sinergi nyata ini, Komdigi fokus menyediakan infrastruktur dan talenta, sementara OJK memastikan aspek pelindungan konsumen berjalan secara ketat.

Akhirnya, kolaborasi lintas sektor ini mengantarkan Indonesia menjadi subjek utama dalam revolusi teknologi global. Anda tentu dapat menyimak berita pembaruan lainnya melalui kanal Tekno kami setiap hari.

Sumber