Media Bangsa – Pemanfaatan video YouTube di sekolah dasar masih didominasi oleh konten akademik. Padahal, Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) atau sering disebut sebagai social emotional learning, seperti kemampuan mengenali emosi, berempati, dan menjalin relasi yang sehat sama pentingnya untuk dikembangkan sejak kelas awal.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan inovasi pembelajaran sosial emosional berbasis video edukasi melalui kanal YouTube Minivila. Video ini dirancang sebagai media scaffolding yakni dukungan belajar bertahap yang dipandu oleh seorang host untuk membantu siswa kelas awal Sekolah Dasar mengenali emosi, meniru perilaku sosial positif, hingga melakukan refleksi atas pengalaman sosial emosionalnya.

Pengembangan video ini mengacu pada kerangka teori Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL), yang mencakup lima aspek utama: kesadaran diri (self-awareness), manajemen diri (self-management), kesadaran sosial (social awareness), keterampilan berelasi (relationship skills), serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab (responsible decision-making).

Seri video ini dapat diakses melalui kanal YouTube Minivila, kanal edukasi anak berbahasa Indonesia yang berfokus pada perkembangan psikologis anak. Pengembangan video melibatkan kolaborasi erat dengan Minivila sebagai mitra produksi, mulai dari perencanaan konten hingga proses syuting, sehingga materi yang dihasilkan ramah anak dan mudah diakses oleh guru serta orang tua di seluruh Indonesia.

Model video ini menawarkan sejumlah keunggulan. Selain menerapkan metode scaffolding, video ini dirancang fleksibel agar mudah digunakan guru dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Pengembangannya digawangi langsung oleh dosen yang juga merupakan praktisi psikologi pendidikan, sehingga kontennya sangat adaptif dengan tahap perkembangan psikososial anak Sekolah Dasar.

Sebelum diproduksi, tim peneliti telah melakukan analisis kebutuhan terhadap guru dan siswa Sekolah Dasar di Jabodetabek. Hasilnya menunjukkan bahwa media yang dibutuhkan adalah video yang ringkas, berbahasa sederhana, menarik, dan bebas dari gangguan iklan.

Saat diujicobakan di beberapa sekolah dasar wilayah Jabodetabek, video ini mendapatkan respons yang positif. Siswa terlihat antusias mengikuti alur host, aktif berinteraksi, hingga ikut bernyanyi. Video ini terbukti membantu siswa mengenali ragam emosi secara menyenangkan. Di sisi lain, para guru menilai video ini interaktif dan efektif menjaga fokus belajar siswa kelas awal dengan tingkat distraksi yang rendah.

“Kami berharap video ini bisa menjadi salah satu pegangan guru untuk menghadirkan pembelajaran sosial emosional yang lebih terstruktur dan menyenangkan bagi siswa kelas awal Sekolah Dasar,” ujar Anastasia Arta Uli, M.Psi., Psikolog, selaku Ketua Tim Peneliti.

Penelitian dan pengembangan model ini dilakukan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ yang diketuai oleh Anastasia Arta Uli, M.Psi., Psikolog, bersama anggota peneliti Dr. Uswatun Hasanah, M.Pd., Imaningtyas, M.Pd., dan Bambang Satrio, S.Pd., M.Kom., serta melibatkan dua mahasiswa PGSD, Harianti Farah Mufidah dan Nur Aini Fazriyah. Penelitian ini juga menggandeng Neysa Nadia, M.Psi., Psikolog, selaku Founder Minivila, sebagai mitra kerja sama