Kemampuan menjual membantu siswa menawarkan kompetensi dan ide, sedangkan AI mempercepat pekerjaan tanpa menggantikan penilaian manusia.
Media Bangsa – PONOROGO, 8 September 2026 Keterampilan sales dan pemanfaatan Artificial Intelligence dibahas dalam seminar karier siswa kelas XII Pemasaran Bisnis Digital SMKN 1 Ponorogo pada 8 September 2026.
Kepala SMK Negeri 1 Ponorogo, Joko Wilis Putro, M.Pd., menyatakan bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan menjaga integritas.
“Sekolah mendorong siswa memanfaatkan AI sebagai sarana belajar dan bekerja. Namun, teknologi harus tetap digunakan secara bertanggung jawab serta didukung karakter, kreativitas, dan kemampuan berinteraksi dengan manusia,” ujar Joko Wilis Putro.
Ketua Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital SMK Negeri 1 Ponorogo, Lestari, S.Pd., mengatakan bahwa kemampuan sales dan AI relevan dengan kompetensi maupun peluang karier siswa Bisnis Digital.
“Siswa perlu memahami pelanggan, mampu menyampaikan manfaat, dan membangun kepercayaan. AI dapat membantu riset serta produksi konten, tetapi keputusan dan kualitas hubungan tetap bergantung pada manusianya,” kata Lestari.
Narasumber Ahmad Madani mengatakan bahwa sales perlu dipahami sebagai keterampilan hidup, bukan sekadar profesi menawarkan barang.
“Ketika mengikuti wawancara, siswa sedang menjual kompetensinya. Ketika mempresentasikan proyek, ia menjual gagasan. Ketika membangun usaha, ia menjual solusi dan kepercayaan,” ujar Ahmad.
Kemampuan tersebut membuka berbagai pilihan karier bagi lulusan pemasaran digital, antara lain live commerce host, marketplace specialist, business development, e-commerce specialist, content creator, dan copywriter.
Menurut Ahmad, siswa perlu mampu memahami kebutuhan, bertanya, mendengarkan, menjelaskan manfaat, menghadapi keberatan, dan membangun hubungan. Kemampuan berbicara saja tidak cukup apabila tidak disertai empati serta pemahaman pelanggan.
AI dapat digunakan sebagai co-pilot untuk riset pasar, penyusunan draf konten, pengembangan ide, simulasi wawancara, dan evaluasi pekerjaan.
“AI adalah co-pilot, bukan pilot. Kendali tetap berada pada manusia. Siswa perlu mengembangkan critical thinking, empathy, dan decision making karena ketiga kemampuan tersebut menentukan kualitas penggunaan teknologi,” katanya.
Ahmad mengingatkan siswa agar tidak hanya menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas dengan cepat. Teknologi perlu membantu mereka memahami persoalan, menghasilkan alternatif, dan meningkatkan kualitas karya.
Siswa yang menguasai keterampilan spesifik, mampu menggunakan AI, dan mempunyai bukti karya akan lebih siap menciptakan nilai bagi perusahaan maupun membangun usaha sendiri.
“AI tidak otomatis membuat seseorang kompeten. Keunggulan muncul ketika manusia yang mempunyai arah dan kemampuan menggunakan AI untuk bekerja serta melayani orang lain dengan lebih baik,” tutup Ahmad.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani adalah praktisi pemasaran dan vokasi, Sekretaris Jenderal KOMISI, Co-Founder AGMARI, serta Juri LKSN Digital Marketing 2026. Ia aktif sebagai trainer, konsultan, guru, dan narasumber tamu SMK Jurusan Pemasaran. Informasi lebih lanjut tersedia di ahmadmadani.id.

Tinggalkan Balasan