Media Bangsa – Pemerintah Kabupaten Manggarai mencatat sebanyak 45 warga meninggal dunia pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores dan sekitarnya, berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026) pukul 10.45 WITA.
Sebaran korban jiwa tercatat di delapan kecamatan, dengan angka terbanyak di Kecamatan Reok sebanyak 24 orang, disusul Langke Rembong 9 orang, Cibal 4 orang, Reok Barat 4 orang, Wae Rii 2 orang, Satarmese Utara 2 orang, Cibal Barat 1 orang, dan Rahong Utara 1 orang.
Penyebab kematian didominasi akibat tertimpa reruntuhan bangunan, syok pascagempa, cedera, serta kondisi sakit saat evakuasi.
Di samping pemutakhiran data korban, BMKG mencatat aktivitas gempa susulan masih berlangsung dengan akumulasi 7.492 kejadian, di mana 143 gempa susulan di antaranya dirasakan warga dengan kekuatan magnitudo terbesar M6,2 dan terkecil M2,2.
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya fisik di lapangan.
“Masyarakat diimbau selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan Posko Tanggap Darurat Bencana, serta menjauhi bangunan retak atau rusak yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tegas Herybertus.
Pemkab Manggarai terus melakukan verifikasi data By Name By Address (BNBA) secara dinamis bersama perangkat kecamatan, desa, dan fasilitas kesehatan guna memastikan seluruh bantuan serta penanganan darurat terdistribusi secara akurat. (MC Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai).

Tinggalkan Balasan