Media Bangsa- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah. Tim KPK mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berawal dari penyelidikan tertutup di wilayah tersebut. Sembilan orang di antaranya kini menjalani pemeriksaan intensif.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa tim mengamankan 12 orang di Purwokerto dan dua orang lainnya di Jakarta. “Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 14 orang,” ujar Budi. KPK langsung memeriksa dua orang yang diamankan di Jakarta di Gedung Merah Putih, sementara petugas memeriksa 12 orang di Purwokerto secara awal di Polresta Banyumas.
Penyidik membawa tujuh dari 12 orang yang diamankan di Purwokerto ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan. Dengan begitu, KPK kini memeriksa sembilan orang secara intensif, termasuk Rektor Unsoed dan dua Wakil Rektor. Budi menegaskan bahwa kasus ini masih berada di tahap penyelidikan. Tim juga menyita uang tunai rupiah senilai ratusan juta sebagai barang bukti dan terus mendalami barang bukti tersebut untuk mengungkap konstruksi perkara.
Dugaan Suap Ratusan Juta Rupiah di Fakultas Kedokteran
KPK menemukan indikasi kuat bahwa dugaan suap ini berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Unsoed. Penyidik menduga sejumlah pihak membayar ratusan juta rupiah agar bisa diterima sebagai mahasiswa di fakultas tersebut. “Memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana,” kata Budi. Selain itu, KPK juga mencurigai adanya pola layering dalam aliran uang tersebut.
Meski begitu, KPK belum membuka identitas pihak-pihak yang terlibat maupun cara mereka menerima uang tersebut. Tim penyidik akan mengungkap seluruh informasi itu setelah memperoleh gambaran utuh soal konstruksi perkara. KPK saat ini juga menelusuri apakah praktik suap ini hanya terjadi di Fakultas Kedokteran atau merambah ke fakultas lain, sekaligus memverifikasi identitas dan peran setiap pihak yang mereka amankan dalam OTT tersebut.
KPK Soroti Ironi Korupsi di Gerbang Pendidikan Tinggi
Budi menyoroti bahwa dugaan korupsi ini terjadi di institusi pendidikan yang seharusnya membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Ia menilai kasus ini sangat ironis karena praktik suap justru muncul di tahap awal, yaitu proses seleksi mahasiswa baru. “Terlebih dugaan korupsi terjadi di tahap awal, yaitu di tahap seleksi penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya. Menurutnya, proses masuk perguruan tinggi semestinya membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih pendidikan dan cita-cita, bukan menjadi ajang transaksi yang mencederai integritas dunia pendidikan.
KPK akan terus mendalami seluruh rangkaian proses penerimaan mahasiswa yang terkait kasus ini, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain. Tim juga akan menggelar perkara untuk memaparkan hasil penyelidikan dan menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk peluang peningkatan status perkara berdasarkan kecukupan alat bukti.

Tinggalkan Balasan