Sosialisasi program pengabdian kepada anggota kelompok UMKM Pamula Pernak-Pernik. (Dokumentasi Tim Pengabdian UTB)
Media Bangsa – Kabupaten Bandung, 20 Agustus 2026 – Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen bersama mahasiswa Program Studi Bisnis Digital dan Program Studi Teknik Industri, Universitas Teknologi Bandung (UTB), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi UMKM Pamula Pernak-Pernik di Jalan Cimenyan No. 235, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama delapan bulan sepanjang tahun 2026 ini mengangkat tema “Penguatan Kinerja Pemasaran UMKM Non-Produksi melalui Optimasi Media Sosial dan Marketplace”.
Program pengabdian ini merupakan salah satu wujud komitmen UTB dalam mendukung transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Jawa Barat, sekaligus sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta pemanfaatan teknologi digital di sektor perdagangan. Sasaran kegiatan adalah UMKM Pamula Pernak-Pernik, usaha jual beli aksesori rambut dan gantungan kunci yang dikelola oleh Donna Ardianti selaku ketua kelompok bersama 10 anggota aktif, melalui pendampingan pemasaran digital yang terstruktur, partisipatif, dan berkelanjutan.
Sebelum program pendampingan dilaksanakan, hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas pemasaran Pamula Pernak-Pernik masih berjalan seadanya. Frekuensi unggahan media sosial baru sekitar dua kali dalam seminggu, jumlah produk aktif di marketplace hanya sekitar enam item, skor kemampuan perencanaan pemasaran berada di angka 2,8 dari skala 5, dan waktu respons kepada konsumen masih tergolong lambat, yakni enam hingga delapan jam. Padahal, variasi produk yang dimiliki mitra cukup beragam, mencapai 30 hingga 40 jenis SKU, sehingga potensi usaha yang ada dinilai belum dimanfaatkan secara optimal di kanal digital.
Selama pelaksanaan kegiatan, suasana pendampingan berlangsung penuh antusiasme. Tim pelaksana menerapkan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yakni pendekatan pemberdayaan yang menitikberatkan pada pengenalan dan pemanfaatan aset yang telah dimiliki mitra, seperti kepemilikan smartphone, akses internet, serta jejaring pelanggan lama, sebagai titik tolak pengembangan usaha. Pendekatan ini dijalankan secara bertahap melalui empat tahapan, yaitu penemuan aset, perumusan visi bersama, perancangan program, hingga pelaksanaan dan keberlanjutan.
Melalui pendekatan yang partisipatif, mahasiswa dan dosen mendampingi peserta dalam berbagai pelatihan, mulai dari penyusunan perencanaan pemasaran sederhana dan pencatatan usaha berbasis data, manajemen konten media sosial Instagram dan Facebook, hingga optimalisasi marketplace. Dalam pelatihan manajemen konten, peserta dibekali teknik fotografi produk, desain konten menggunakan Canva, penyusunan caption, dan penggunaan hashtag. Sementara itu, pelatihan optimalisasi marketplace yang diikuti 13 peserta berfokus pada pendaftaran produk, penulisan deskripsi yang informatif, penetapan harga kompetitif, serta pemanfaatan fitur analitik penjual.

Salah satu produk yang menjadi fokus penataan etalase dan konten promosi adalah gantungan kunci kustom, produk andalan (best seller) mitra yang dapat dipesan konsumen sesuai nama masing-masing. Untuk memperkuat daya tarik visualnya di kanal digital, peserta juga dilatih melakukan pemotretan produk secara mandiri menggunakan smartphone yang telah dimiliki, dibantu perangkat studio mini dan pencahayaan tambahan, sehingga praktik ini dapat terus dilanjutkan mitra tanpa perlu investasi peralatan baru.

Setelah mengikuti rangkaian pendampingan, perubahan positif mulai terlihat pada kinerja pemasaran digital Pamula Pernak-Pernik. Frekuensi unggahan media sosial meningkat dari sekitar dua menjadi tiga kali per minggu, waktu respons kepada konsumen mempercepat dari enam-delapan jam menjadi lima-enam jam, dan tingkat interaksi (engagement rate) naik dari 2,1 persen menjadi 4,6 persen. Jumlah pengikut media sosial mitra turut bertambah rata-rata sekitar 10 persen, sejalan dengan pengelolaan akun yang kini didukung kalender konten bulanan.
Dari sisi bisnis, transaksi bulanan mitra meningkat sekitar 16,9 persen dan omzet rata-rata tumbuh sekitar 14,6 persen. Perbaikan standar foto dan deskripsi produk pada etalase marketplace turut meningkatkan visibilitas produk mitra di mata calon pembeli, meski jumlah produk aktif belum bertambah signifikan. Namun demikian, skor kemampuan perencanaan pemasaran mitra masih berada di angka 2,8, menandakan bahwa rencana pemasaran yang telah disusun secara lebih sistematis belum sepenuhnya diimplementasikan dan masih memerlukan pendampingan lanjutan.
Tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja pemasaran, kegiatan ini juga menumbuhkan kemampuan manajerial dan kepercayaan diri anggota kelompok mitra dalam mengelola usahanya secara digital. Program ini turut menghasilkan sejumlah luaran, seperti paket konten pemasaran berupa desain feed, foto dan video produk, template caption dan hashtag, hingga video dokumentasi kegiatan, yang menjadi modal keberlanjutan pemasaran digital mitra secara mandiri.
Tingginya partisipasi anggota kelompok dalam setiap sesi pelatihan, didukung oleh kepemilikan smartphone dan akses internet yang telah dimiliki sebelumnya, menjadi faktor utama pendorong keberhasilan program ini. Adapun tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu anggota kelompok karena harus membagi waktu dengan aktivitas berjualan langsung, yang diatasi tim pelaksana melalui penjadwalan pelatihan yang fleksibel serta pendampingan berkala di lokasi usaha.
Ke depan, tim pelaksana menyarankan agar Pamula Pernak-Pernik terus melanjutkan praktik pencatatan dan evaluasi pemasaran digital secara mandiri, serta memperluas pemanfaatan fitur analitik pada media sosial dan marketplace untuk mendukung pengambilan keputusan usaha yang lebih tepat sasaran. Kegiatan pengabdian ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, serta dukungan administratif dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Teknologi Bandung.
Kontributor: Ramayani Yusuf, Khidhir Akbar Ghofar, Herman Ruswan Suwarman, Diras Fathir Mahmud, Ginding Lugina Sakti — Program Studi Bisnis Digital & Teknik Industri, Universitas Teknologi Bandung.

Tinggalkan Balasan