Media Bangsa– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia secara sigap mengirimkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui langkah cepat ini, pemerintah berupaya memperkuat penanganan krisis kesehatan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Pulau Flores. Oleh karena itu, pihak kementerian mengerahkan tim medis untuk membantu warga terdampak.
Secara langsung, Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha melepas keberangkatan para relawan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (24/8/2026). Selanjutnya, mereka akan menjalani masa tugas selama 14 hari di enam kabupaten terdampak berat, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Arahan Penting bagi Tenaga Cadangan Kesehatan
Kunta menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang merelakan waktu meninggalkan keluarga demi misi kemanusiaan. Meskipun demikian, ia memberikan tiga instruksi penting kepada para relawan sebelum berangkat. Pertama, para relawan wajib memfokuskan diri pada penyelesaian krisis medis di lapangan. Kedua, seluruh tenaga medis harus mengutamakan kerja sama tim yang solid. Ketiga, setiap relawan wajib menjaga keselamatan diri masing-masing.
Sebagai penegas, Kunta mengingatkan bahwa para relawan datang untuk menolong korban bukan menambah daftar korban jiwa. Oleh sebab itu, menjaga kondisi fisik tetap prima menjadi kunci utama keberhasilan misi kemanusiaan ini.
Komposisi Tim Medis dan Pengalaman Lapangan
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin merinci komposisi tim yang berangkat ke lokasi bencana. Selain 128 tenaga medis profesional, kementerian juga menyiagakan 78 dokter internsip yang sudah berada di Pulau Flores sebelumnya. Dengan demikian, tambahan tenaga ini mampu memaksimalkan pelayanan kesehatan dasar di wilayah bencana.
Bidan Istiqomah, salah satu relawan asal RSUP Fatmawati, mengaku terpanggil kembali untuk mengabdi setelah sebelumnya bertugas di Aceh. Demikian pula, dokter spesialis ortopedi Muhammad Amir Sahala menyatakan kesiapannya merawat pasien yang mengalami cedera akibat reruntuhan bangunan. Akhirnya, kehadiran Tenaga Cadangan Kesehatan ini diharapkan mampu memulihkan fasilitas kesehatan daerah secara optimal. Anda senantiasa dapat menyimak informasi menarik lainnya melalui kanal berita Nasional kami.

Tinggalkan Balasan