PROBOLINGGO — Ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur resmi memulai program pengabdian masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN di sejumlah pondok pesantren, termasuk Pondok Pesantren (PP) Nurul Qodim di Desa Kalijajar, Kecamatan Paiton, para mahasiswa mengikuti acara penyambutan dan serah terima yang digelar di Kantor BMT NU Kraksaan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk mempererat sinergi antara UPN “Veteran” Jawa Timur, BMT NU Kraksaan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, pondok pesantren, dan masyarakat. Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga menandai dimulainya kolaborasi dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Bupati Probolinggo Gus Haris Hadiri Penyambutan Mahasiswa KKN

Momen Bupati Probolinggo memberikan kata sambutan

Acara penyambutan berlangsung semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, yang akrab disapa Gus Haris. Ia hadir bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk menyambut sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur sebelum mereka menjalankan pengabdian di berbagai pondok pesantren di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, dr. Mohammad Haris (Gus Haris) menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara UPN “Veteran” Jawa Timur, BMT NU Kraksaan, serta pondok pesantren yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan daerah melalui pemberdayaan masyarakat yang melibatkan dunia akademik.

Gus Haris juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berpesan agar para peserta KKN senantiasa menjaga etika, menghormati budaya pesantren, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.

“Mahasiswa harus mampu membawa ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat. Jadikan kegiatan KKN ini sebagai sarana belajar sekaligus mengabdi dengan penuh tanggung jawab,” pesannya kepada seluruh peserta.

Kehadiran Bupati Probolinggo bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kolaborasi antara perguruan tinggi, pondok pesantren, dan masyarakat guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

BMT NU Kraksaan Sambut Hangat Mahasiswa KKN

 

Sumber gambar : artikel bicarasurabaya.com

Kantor BMT NU Kraksaan menjadi titik kumpul sekaligus lokasi penyambutan resmi sebelum para mahasiswa menuju tempat pengabdian masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan BMT NU Kraksaan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan KKN UPN “Veteran” Jawa Timur.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi, semangat baru, dan solusi yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di lingkungan pondok pesantren maupun desa sekitar.

“Kami menyambut hangat kedatangan mahasiswa UPN ‘Veteran’ Jawa Timur. Sinergi ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat dapat bekerja sama dalam membangun kemaslahatan bersama,” ujar salah satu pimpinan BMT NU Kraksaan.

Mahasiswa Menuju PP Nurul Qodim Kalijajar

Setelah mengikuti prosesi penyambutan dan pembekalan singkat di Kraksaan, rombongan mahasiswa langsung berangkat menuju lokasi KKN yang telah ditentukan. Salah satu lokasi pengabdian adalah Pondok Pesantren Nurul Qodim di Desa Kalijajar, Kecamatan Paiton.

Setibanya di kawasan pesantren, pengasuh, pengurus, dan para santri menyambut hangat kedatangan mahasiswa. Suasana kekeluargaan terlihat sejak prosesi serah terima mahasiswa KKN berlangsung. Momen tersebut menjadi awal kerja sama antara civitas akademika UPN “Veteran” Jawa Timur dengan pihak pesantren dalam menjalankan berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Program Pengabdian Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Selama menjalankan KKN, mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan pesantren. Program tersebut meliputi pemberdayaan UMKM, literasi digital, edukasi lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan administrasi kelembagaan, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar.

Selain itu, mahasiswa juga akan berkolaborasi dengan pengurus pesantren, perangkat desa, dan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan program yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Implementasi Nilai Bela Negara

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UPN “Veteran” Jawa Timur menjelaskan bahwa kegiatan KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai Bela Negara yang menjadi identitas kampus.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan, memiliki kepedulian sosial, berpikir kreatif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Dengan dimulainya program KKN di PP Nurul Qodim dan sejumlah pondok pesantren lainnya di Kabupaten Probolinggo, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara UPN “Veteran” Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, BMT NU Kraksaan, pondok pesantren, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Penulis : Aprilia Yunia Putri
DPL : Kinanti Resmi Hayati S.Hum. M.A.
Anggota kelompok :
Achmad Naufal Ferdiansyah
Eggy Fawas Ihsan
Fenorian Faizy
Mochammad Rahman Rahadian
Arganta Bisma Pramata
Nathaniel Sturges Dotulong
Salsabila Fitriyani
Aprilia Yunia Putri
Safinatun Najah