Foto Kegiatan: Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri bersama peserta pelaksanaan Sosialisasi dan Edukasi Pembudidayaan Maggot BSF Agrokompleks di Balai Desa Ngronggot.

Nama Kordes/PJ Pelaksana Kegiatan: Hasan Ubaidillah

Kata Kunci: KKN PSDKU UB Kediri, Maggot BSF, Kasgot, Ekonomi Sirkular, SDGs 2, SDGs 12, SDGs 15.

Media Bangsa – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Tahun 2026, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Bapak Hadiana, S.Pi., M.Pi., melaksanakan program kerja Sosialisasi dan Edukasi Pembudidayaan Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 21 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, dengan sasaran ibu-ibu PKK dan juga kader desa sebagai salah satu rangkaian program kerja. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Tim KKN Kelompok 11 PSDKU Universitas Brawijaya Kediri dengan melibatkan seluruh anggota kelompok sebagai narasumber, fasilitator, dan pendamping selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman mengenai budidaya maggot BSF serta mampu menerapkannya sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah organik di lingkungan masing-masing.

Program ini dilatarbelakangi oleh karena banyaknya sampah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah organik tersebut dapat diolah melalui budidaya maggot BSF menjadi pakan alternatif yang kaya protein, sekaligus menghasilkan kasgot sebagai pupuk organik. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik berbasis ekonomi sirkular. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai budidaya maggot BSF, mendorong kebiasaan memilah sampah organik, mengenalkan pemanfaatan kasgot sebagai pupuk organik, serta membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengenalan maggot BSF, siklus hidup, manfaat budidaya, hingga bagaimana teknik pemeliharaannya. Selanjutnya dilakukan demonstrasi budidaya maggot, mulai dari pengenalan kandang, media budidaya, dan jenis pakan yang sesuai. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan dokumentasi bersama peserta. Inovasi yang diperkenalkan adalah budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam pengolahan sampah organik. Teknologi ini mampu mengubah limbah organik menjadi maggot yang bernilai sebagai pakan ternak dan menghasilkan kasgot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Implementasi dilakukan melalui demonstrasi secara langsung mengenai proses budidaya maggot, mulai dari persiapan kandang, pemberian pakan dari sampah organik, pemeliharaan larva, hingga pemanenan hasil.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan, memperoleh alternatif pakan ternak yang lebih ekonomis, serta memahami manfaat kasgot sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, budidaya maggot juga berpotensi menjadi peluang usaha yang mendukung penerapan ekonomi sirkular dan berkontribusi terhadap pencapaian SDG 2 (Zero Hunger), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 15 (Life on Land).

Nama Penulis: Apriliana Latifah Pangulir

Tim KKN Desa Ngronggot

Universitas Brawijaya PSDKU KediriĀ