Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Pendidikan · 3 Jan 2024 18:19 WIB ·

Pengenalan Pupuk Organik Cair dari Daun Tanaman Kipahit pada Petani Cabai di Kampung Padakati, Desa Tegallega, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat


 Pengenalan Pupuk Organik Cair dari Daun Tanaman Kipahit pada Petani Cabai di Kampung Padakati, Desa Tegallega, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat Perbesar

Kampung Padakati merupakan salah satu kampung yang ada di dusun Tegallega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dimana di kampung Padakati banyak petani memanfaatkan lahan pertanian dengan ditanami tanaman hortikultura, salah satunya yaitu tanaman cabai. Baik itu cabai keriting, rawit, atau cabai jenis yang lainnya. Pengenalan pupuk cair organik yang dilakukan oleh mahasiswa yang mengikuti program magang bersertifikat ini di fokuskan pada petani dampingan, di Kampung Padakati ada 20 orang petani cabai yang mengikuti dampingan dari program Bertani Untuk Negeri yang di selengarakan oleh Yayasan Edufarmers Internasional.

Amilia Susanti, Fina Alfiani, dan Irene Selviana Alda merupakan mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang ikut serta dalam kegiatan magang di Program Bertani Untuk Negeri Yayasan Edufarmers Internasional Komoditi Cabai. Mahasiswa yang mengikuti program ini disebut sebagai FDA (Farmers Development Associate ).  FDA ditempatkan di beberapa tempat di Kabupaten Cianjur, salah satunya di Kampung Padakati. Salah satu kegiatan di program bertani untuk negeri yaitu pengenalan pupuk organik cair.

Tingginya harga pupuk kimia di Kecamatan Warungkondang Cianjur, menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi para petani dalam budidaya tanaman cabai. Sehingga perlu adanya pupuk alternatif yang bisa membantu mengatasi permasalahan tersebut, dan memililki manfaat yang sama, serta mudah diperoleh. Oleh karena itu kami, sebagai mahasiswa MSIB melakukan pengenalan pupuk organik cair dari tanaman kipahit untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut.

Pupuk Organik Cair adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik, seperti menggunakan sisa tanaman atau hewan yang di frementasikan terlebih dahulu secara aerobic atau anaerobik. Daun kipahit menjadi salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan bahan dasar pembuatan POC, karena daun kipahit memiliki kandungan suplemen atau kadar unsur hara dan biomasa yang cukup tinggi (Prabowo & Setyono, 2019). Selain itu tanaman kipahit merupakan gulma tahunan yang berpotensi sebagai sumber hara karena mengandung 3,50% N, 0,37% P, dan 4,10% K. Daun kipahit mengandung senyawa flavonoid, tannin, terpenoid, dan saponin. Hal utama yang menjadi alasan penggunaan tanaman kipahit, karena di Kampung Padakati banyak tumbuh tanaman kipahit. Sehingga potensi ini, kami manfaatkan sebagai produk pupuk organik cair.

Alat dan bahan yang harus disiapkan dalam pembuatan pupuk organik cair dari tanaman kipahit yaitu: Alat :

  • Wadah / Ember (memiliki penutup)
  • Talenan
  • Pisau

Bahan :

  • Daun tanaman kipahit 1 kg
  • Gula merah 40 gram
  • EM4 100 ml / 10 tutup botol
  • Air 10 liter

Setelah menyiapkan alat dan bahan, selanjutnya yaitu Pposes pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) tanaman Kipahit :

  • Daun tanaman kipahit 1 kg dicincang halus dengan pisau atau parang.
  • Hasil cincangan dicampurkan kedalam air sebanyak 10 liter kemudian di hancurkan sampai sari sari ki pahit keluar.
  • Kemudian di saring sehingga yang ada Cuma air dari kipahit.
  • Selanjutnya di campurkan gula merah 40 gram yang telah di haluskan atau yang telah di cairkan.
  • Kemudian campurkan EM4 sebanyak 100 ml atau 10 tutup botol kemudian di aduk merata 
  • Terakhir wadah ditutup rapat (Proses ini sekitar 1 minggu dan mengahasilkan bau yang segar dari hasil fermentasi)

Pupuk orgaanik cair dari tanaman kipahit dapat diaplikasikan dengan dosis 10 ml per liter, atau 160 ml per tengki (16 liter). Untuk dosis pengecoran dapat menggunakan dosis200-300 ml POC untuk campuran 16 liter air.

Adanya pengenalan serta demontrasi secara langsung pembuatan pupuk organik cair dari tanaman kipahit, petani merasa memperoleh pengetahuan baru. Dimana pada awalnya para petani belum mengetahui jika tanaman yang sebelumnya dikira tanaman liar ternyata bisa dimanfaat menjadi pupuk yang bagus untuk tanaman. Selain itu para petani juga merasa terbantu, karena berkurangnya biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pupuk, dengan membuat pupuk oragnik cair dari tanaman kipahit. Keingintahuan para petani pada pengetahuan baru, sangat tinggi dengan selalu hadir dalam kegiatan sekolah lapang dan para petani juga antusias dalam

Artikel ini telah dibaca 134 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ganjar: Sukarno Tak Pernah Bicara Kepentingan Pribadi, Keluarga

5 July 2024 - 14:45 WIB

Ganjar hingga Ahok jadi ketua dpp PDIP hingga 2025

5 July 2024 - 14:35 WIB

Mahasiswa Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Sosialisasikan Pembuatan Eco Enzym di Gapoktan Keputih Bersemi

4 July 2024 - 17:36 WIB

Mahasiswa Agribisnis UPN Jawa Timur Gelar Kerja Bakti Bersama Gapoktan Keputih Bersemi: Mengembangkan Komoditas Organik untuk Masa Depan Berkelanjutan

4 July 2024 - 14:23 WIB

Mata dan mulut tertutup lakban seorang pria di temukan tewas gantung diri di fly over Cimindi Cimahi Bandung

28 June 2024 - 11:56 WIB

Tim PKM RSH UMS, Lakukan Penelitian Tentang Taktik Bahasa dalam Kejahatan Siber

24 June 2024 - 12:01 WIB

Trending di Pendidikan