Media Bangsa – SURABAYA – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Continuous Improvement (CI) yang dilakukan Tim SPEED (Slitting Process Effective Development) di unit Flexible Packaging, BIC Expansion.

Melalui pengembangan teknologi dan perbaikan proses kerja, tim ini berhasil menekan persentase sortir akibat masalah ketebalan material dan kondisi gulungan kemasan yang melengkung (curling) pada produk Noodle. Angka sortir yang sebelumnya mencapai 41 persen berhasil diturunkan menjadi 28 persen.

Pencapaian tersebut merupakan hasil serangkaian pembaruan yang dilakukan sepanjang 2026. Langkah perbaikan mencakup pengembangan alat bantu pada mesin slitting, penyesuaian standar ketebalan material, hingga penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung pemantauan kondisi mesin secara langsung.

Selain meningkatkan kualitas hasil produksi, inovasi tersebut turut memberikan kontribusi terhadap pengurangan limbah plastik dan efisiensi biaya operasional perusahaan.

Berawal dari Tingginya Material yang Harus Disortir

Program inovasi Tim SPEED dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah material kemasan yang tidak memenuhi standar akibat ketebalan yang tidak seragam dan kondisi material yang melengkung setelah melalui proses pemotongan gulungan.

Hasil pemeriksaan produksi pada April hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa masalah thickness atau ketebalan menjadi faktor terbesar penyebab sortir produk Noodle, dengan kontribusi mencapai 41 persen.

Kondisi ini berkaitan dengan proses extrusion laminasi, yaitu tahapan penggabungan beberapa lapisan bahan kemasan menggunakan polimer cair sebagai perekat. Dalam proses tersebut, terkadang muncul penumpukan material pada bagian tepi yang disebut edge bead.

Perbedaan ketebalan pada bagian tersebut dapat memengaruhi kestabilan material ketika diproses menggunakan mesin pemotong atau slitting. Di sisi lain, sistem pengaturan ketebalan otomatis (auto dies) belum dapat mengendalikan seluruh area tepi material secara maksimal.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim SPEED melakukan analisis untuk menemukan solusi yang dapat mengurangi material tidak sesuai standar sekaligus menjaga kestabilan proses produksi.

VR-Stabilizer, Inovasi untuk Mengendalikan Ketebalan Material

Salah satu solusi yang dihasilkan adalah VR-Stabilizer (Volt Roll-Stabilizer), berupa perangkat penekan bagian tepi film yang dipasang pada mesin slitting. Alat ini dikembangkan melalui beberapa tahapan pengujian untuk mendapatkan desain yang lebih efektif, stabil, dan aman digunakan.

Pada percobaan pertama, tim memanfaatkan alat sederhana berupa kunci L sebagai penahan bagian tepi material. Metode tersebut mampu menurunkan jumlah sortir akibat masalah ketebalan sebesar 13,41 persen. Namun, hasilnya masih belum optimal dalam hal kestabilan dan keselamatan pengoperasian.

Selanjutnya, tim membuat prototipe manual yang memungkinkan posisi penekan tepi film diatur dengan lebih presisi. Pengujian pada tahap ini menghasilkan penurunan sortir sebesar 27,38 persen.

Pengembangan kemudian dilanjutkan dengan membuat perangkat berbasis elektrik. Melalui sistem penggerak tersebut, posisi rol penekan dapat disesuaikan dengan lebih mudah sehingga proses pengoperasian menjadi praktis dan konsisten.

Dari hasil pengujian, prototipe elektrik mampu menurunkan jumlah sortir akibat ketebalan sebesar 34,18 persen dibandingkan kondisi pembanding dalam pengujian tersebut. Hasil ini menjadi salah satu landasan pengembangan dan penerapan VR-Stabilizer sebagai bagian dari peningkatan kualitas produksi.

Pemantauan Produksi Didukung Teknologi IoT

Perbaikan tidak hanya dilakukan melalui pengembangan perangkat mekanis. Tim SPEED juga mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dengan Programmable Logic Controller (PLC) untuk mendukung pemantauan mesin.

Sistem tersebut memungkinkan sejumlah parameter produksi ditampilkan secara langsung melalui dashboard digital. Selain itu, tersedia fitur pencatatan riwayat peringatan serta pengiriman notifikasi melalui WhatsApp apabila ditemukan penyimpangan pada parameter mesin.

Dengan adanya fasilitas tersebut, operator dan tim teknis dapat mengetahui kondisi mesin lebih cepat sehingga pemeriksaan maupun tindakan korektif dapat segera dilakukan.

Evaluasi internal menunjukkan bahwa integrasi IoT meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi penyimpangan proses. Meski demikian, meningkatnya aktivitas pembersihan mesin juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap waktu penghentian operasional.

Pada aspek pengendalian material, tim turut memperketat toleransi ketebalan dari sebelumnya ±2 mikrometer menjadi ±1 mikrometer. Berdasarkan laporan evaluasi proyek, nilai Process Capability Index (Cpk) mengalami peningkatan dari 1,14 menjadi 1,34 setelah standar tersebut diterapkan.

Perubahan ini diharapkan mampu memperkuat konsistensi ketebalan material kemasan yang digunakan dalam proses produksi.

Turunkan Limbah Plastik hingga 51,5 Persen

Hasil penerapan program perbaikan terlihat dalam evaluasi produksi periode Juli hingga September 2026. Persentase sortir akibat masalah ketebalan dan curling pada produk Noodle berhasil ditekan dari 41 persen menjadi 28 persen dibandingkan periode April hingga Juni 2026.

Dengan demikian, terjadi penurunan relatif sekitar 32 persen, melampaui target keberhasilan proyek yang ditetapkan sebesar 26 persen.

Dampak positif juga terlihat dari berkurangnya limbah film plastik. Sebelum program perbaikan dijalankan, jumlah limbah tercatat sebanyak 337.178 meter. Setelah penerapan inovasi, jumlah tersebut turun menjadi 163.296 meter.

Artinya, perusahaan berhasil mengurangi limbah sepanjang 173.882 meter atau sekitar 51,5 persen berdasarkan data evaluasi proyek.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas proses produksi dapat berjalan seiring dengan upaya mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan mengurangi limbah industri.

Proyeksi Efisiensi Biaya Capai Rp1,63 Miliar per Tahun

Dari sisi finansial, Tim SPEED turut menghitung potensi penghematan yang diperoleh melalui pengurangan sortir, penurunan kebutuhan penggulungan ulang material, serta peningkatan efisiensi waktu produksi.

Berdasarkan dokumen evaluasi proyek, total investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan dan penerapan program perbaikan mencapai Rp12.085.000.

Sementara itu, hasil perhitungan pada bagian tinjauan keuangan menunjukkan potensi penghematan bersih sekitar Rp1,63 miliar per tahun setelah memperhitungkan komponen biaya tambahan tertentu.

Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan evaluasi dan proyeksi internal proyek, bukan realisasi keuntungan tahunan perusahaan.

Di luar perhitungan finansial, penerapan inovasi juga memberikan manfaat berupa proses produksi yang lebih lancar, berkurangnya penanganan ulang material, serta penggunaan bahan kemasan yang lebih efisien.

Kolaborasi Lintas Bagian Jadi Kunci Keberhasilan

Program peningkatan kualitas ini melibatkan pekerja dari berbagai fungsi yang tergabung dalam Tim SPEED. Proyek dipimpin oleh Alfian Aziz sebagai Ketua Proyek Continuous Improvement (CI), dengan Tri Yulianto sebagai Ketua Tim CI.

Tim juga diperkuat Torik Tohirin, Lutfi Munajat, Andri Iriyanto, serta Yeyen Sri Nurdianti yang bertugas sebagai sekretaris. Dalam pelaksanaannya, proyek memperoleh pendampingan dari Mario Sidabutar selaku fasilitator dan Rohman sebagai sponsor atau penasihat proyek.

Seluruh tahapan perbaikan dilakukan dengan menerapkan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA). Metode ini mencakup identifikasi masalah, analisis penyebab, pelaksanaan pengujian solusi, evaluasi hasil, hingga penyusunan standar agar inovasi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, perusahaan menyiapkan instruksi kerja penggunaan VR-Stabilizer, standar pengendalian ketebalan material, serta prosedur pemantauan mesin berbasis IoT.

Sosialisasi hasil inovasi juga dilakukan kepada bagian produksi dan pengendalian mutu di beberapa unit operasional, meliputi Plant Cikupa, Cakung, BIC 1, dan Expansion.

Selain itu, inovasi VR-Stabilizer telah diajukan untuk memperoleh perlindungan paten melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Ke depan, Tim SPEED berencana mengembangkan program perbaikan lanjutan yang menyasar permasalahan sortir ketebalan dan curling pada produk Oilpack.

Melalui rangkaian inovasi tersebut, Tim SPEED menunjukkan bahwa perbaikan yang berangkat dari permasalahan di lapangan dapat menghasilkan solusi teknis dengan dampak terukur. Tidak hanya meningkatkan mutu produk, inovasi ini juga mendukung efisiensi produksi dan pengurangan limbah di industri kemasan fleksibel.