Media Bangsa – Para petambak bandeng di kawasan Trunojoyo, Wonorejo, Surabaya, kini punya alat baru untuk menilai seberapa efisien tambak mereka. Tim peneliti Departemen Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur memperkenalkan Smart Decision Support System (Smart DSS) berbasis Data Envelopment Analysis (DEA) dalam dialog penelitian bersama petambak di Kebun Raya Mangrove Surabaya.
Aplikasi berbasis web ini dapat dibuka langsung di peramban tanpa instalasi tambahan. Petambak atau penyuluh cukup memasukkan data tambak seperti luas lahan, jumlah benih, pakan, dan tenaga kerja. Sistem kemudian menghitung skor efisiensi dan menyusun rekomendasi dalam bahasa yang mudah dipahami, misalnya apakah sebuah tambak sudah efisien atau perlu menyesuaikan penggunaan input.
Ketua Paguyuban Petambak Trunojoyo, Pak Ratno, menyampaikan terima kasih atas kehadiran alat tersebut.
“Selama ini kami menilai tambak dari hasil panen dan perasaan saja. Dengan alat ini kami bisa melihat angkanya dan tahu bagian mana yang perlu dibenahi. Kami berterima kasih kepada tim UPN Veteran Jatim yang mau turun langsung dan mendengarkan kami,” ujarnya.
Ketua tim peneliti, Dr. Akbar Hariputra, S.T., S.Agr., M.Agr., menjelaskan bahwa Smart DSS lahir dari penelitian terhadap 72 tambak yang dikelola 67 petambak di Wonorejo. “Aplikasi ini masih purwarupa. Kami akan mengujinya bersama petambak dan penyuluh perikanan agar tampilan dan alur penggunaannya benar-benar sesuai kebutuhan lapangan,” katanya.
Tahap berikutnya meliputi uji coba pengguna, penyelarasan perhitungan dengan spesifikasi analisis akhir, dan penambahan fitur seperti unggah data massal. Tim juga berencana mendaftarkan kekayaan intelektual atas aplikasi ini.

Tinggalkan Balasan