Media Bangsa – GRESIK – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mendorong pengembangan kawasan mangrove PRP Mengare, Kabupaten Gresik, menjadi destinasi eduwisata berbasis masyarakat dan lingkungan.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema PKM EDU bertajuk “Penguatan Eduwisata Mangrove Berbasis Collaborative Governance melalui Peningkatan Kapasitas Pokdarwis di Kawasan PRP Mengare.”
Program dipimpin oleh Putri Nurmalita Sari, S.P., M.P., bersama anggota Dwi Laila Maulida, S.P., M.P., Mirza Andrian Syah, S.P., M.P., dan Virdha Rahma Aulia, S.Kom., M.Kom., serta melibatkan mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan bersama Pokdarwis PRP Mengare sebagai mitra utama dengan melibatkan pemerintah desa, komunitas lokal, dan pemangku kepentingan terkait.

Melalui pendekatan collaborative governance, tim mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam perencanaan hingga pengembangan program. Kegiatan meliputi sosialisasi, FGD, pemetaan stakeholder, pelatihan, praktik guiding edukatif, serta pendampingan.
Pelatihan berfokus pada pengembangan eduwisata berbasis experiential learning, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati kawasan mangrove, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar mengenai ekologi dan konservasi lingkungan.
Tim juga menghasilkan Modul Eduwisata Mangrove Berbasis Experiential Learning yang dapat digunakan Pokdarwis sebagai panduan dalam memberikan pengalaman edukatif kepada pengunjung. Selain itu, disusun Roadmap Eduwisata Partisipatif tiga tahun yang mencakup penguatan kapasitas, pengembangan produk dan kolaborasi, hingga ekspansi dan keberlanjutan.
Ketua tim, Putri Nurmalita Sari, mengatakan pengembangan eduwisata membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar potensi lingkungan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pengembangan eduwisata tidak hanya berbicara tentang wisata, tetapi juga bagaimana masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal,” ujarnya.
Program ini diharapkan memperkuat kapasitas Pokdarwis sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat berbasis konservasi. Kegiatan tersebut juga mendukung IKU 5 dan IKU 7, serta berkontribusi pada SDGs 8 melalui pengembangan ekonomi lokal dan SDGs 17 melalui penguatan kemitraan multipihak.
Melalui keberlanjutan roadmap dan pendampingan, PRP Mengare diharapkan dapat berkembang sebagai kawasan eduwisata mangrove yang edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan