Media Bangsa – Ekonomi Manggarai pascagempa Flores mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Dua puluh satu hari pascagempa bumi Flores mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur. Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak mulai berangsur normal. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan skala ringan hingga sedang kini mulai kembali beraktivitas serta menempati kediamannya secara bertahap.
Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi
Berdasarkan data pemantauan hingga Minggu (6/9/2026) pukul 05.00 WIB, wilayah ini sudah mengalami 12.792 kali gempa bumi susulan. Magnitudo terbesar mencapai M6,2 dan terkecil M0,9.
Sebanyak 36 gempa susulan bermagnitudo di atas 5,0. Masyarakat merasakan getaran nyata dari 177 gempa susulan di antaranya.
Petani Cengkeh Mulai Kembali ke Ladang
Di tengah ancaman guncangan susulan, geliat ekonomi warga perlahan mulai bangkit. Kebangkitan ini terlihat di kawasan Mano, Kabupaten Manggarai Timur, tempat para petani cengkeh mulai kembali mengolah ladang mereka.
Matias Mansuradi Maju, petani cengkeh asal Lame-Mano, menuturkan bahwa ia sudah kembali beraktivitas di kebun sejak satu pekan terakhir. Untuk mempercepat proses panen, ia turut mempekerjakan sejumlah warga lokal.
“Sejak satu minggu lalu saya mulai memetik cengkeh dengan mempekerjakan warga sekitar. Kendati demikian, aktivitas ini tetap kami laksanakan dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi,” ujar Matias, Minggu (6/9/2026).
Warga Tetap Waspada di Tengah Aktivitas Ekonomi
Matias menjelaskan, warga tidak hanya mewaspadai rentetan gempa susulan yang masih rutin terjadi. Masyarakat setempat juga mencemaskan potensi peningkatan aktivitas Gunung Api Anak Ranaka, mengingat lokasinya berdekatan dengan wilayah Mano.
Meski demikian, warga memilih untuk tidak larut dalam kekhawatiran. Mereka tetap melanjutkan aktivitas perkebunan dengan mengedepankan prosedur keselamatan mandiri.
Kembalinya geliat warga di sektor perkebunan ini menunjukkan ekonomi Manggarai pascagempa Flores mulai berputar kembali, menjadi sinyal positif optimisme masyarakat Flores dalam memulihkan kehidupan pascabencana. (MC Kab. Manggarai / Paulus Jeramus).

Tinggalkan Balasan