Siswa mempelajari cara menarik perhatian, memahami audiens, mengubah fitur menjadi manfaat, dan menggunakan AI untuk menghasilkan konten yang lebih relevan.
Media Bangsa – SURABAYA, 10 September 2026 SMK Labschool UNESA 1 Surabaya telah menyelenggarakan workshop “Bikin Orang Berhenti Scroll” bersama praktisi pemasaran dan vokasi Ahmad Madani, Kamis, 10 September 2026.
Workshop membahas teknik copywriting dan pemanfaatan Artificial Intelligence untuk membuat konten yang mampu menarik perhatian, membangun ketertarikan, serta mendorong audiens mengambil tindakan.
Kepala SMK Labschool UNESA 1 Surabaya, Dian Widyastuti, S.Pd., mengatakan bahwa kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif menjadi salah satu kompetensi penting bagi siswa di tengah perkembangan teknologi digital.
“Siswa tidak cukup hanya mampu menggunakan aplikasi atau menghasilkan desain yang menarik. Mereka juga perlu memahami cara menyusun pesan, membaca kebutuhan audiens, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” ujar Dian Widyastuti.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMK Labschool UNESA 1 Surabaya, Sri Rahayusih Wilujeng, S.Pd., menilai copywriting berperan penting dalam membangun komunikasi yang jelas antara sekolah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Komunikasi digital yang baik bukan tentang menggunakan kata-kata yang paling rumit. Pesan harus relevan, mudah dipahami, jujur, dan mampu menunjukkan manfaat bagi orang yang membacanya,” kata Sri Rahayusih Wilujeng.
Ketua Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital SMK Labschool UNESA 1 Surabaya, Dwi Handayani, S.Pd., menyampaikan bahwa workshop membantu siswa menghubungkan kompetensi pemasaran dengan praktik pembuatan konten.
“Siswa belajar bahwa konten tidak dimulai dari desain, tetapi dari pemahaman terhadap pelanggan. Mereka perlu mengetahui masalah, harapan, dan keraguan audiens sebelum menulis pesan,” ujar Dwi Handayani.
Dalam sesi tersebut, Ahmad Madani menjelaskan bahwa tugas pertama copywriter bukan langsung menjual, melainkan membuat audiens berhenti sejenak dan memberikan perhatian.
“Setiap hari orang melihat ratusan konten. Jika judul dan kalimat pembuka tidak memberi alasan untuk berhenti, pesan terbaik sekalipun tidak pernah benar-benar dibaca,” ujar Ahmad.
Peserta juga mempelajari perbedaan fitur dan manfaat, metode PAS atau Problem–Agitate–Solution, teknik membuat headline, serta cara menambahkan pengalaman manusia ke dalam tulisan yang dibantu AI.
Workshop menegaskan bahwa AI digunakan sebagai asisten untuk mengembangkan ide, kerangka, dan alternatif tulisan. Empati, pengalaman, penilaian, serta tanggung jawab tetap berada pada manusia.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani adalah praktisi pemasaran dan vokasi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), Co-Founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), serta Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional 2026. Ia aktif sebagai trainer, konsultan, guru, dan narasumber tamu SMK Jurusan Pemasaran. Informasi lebih lanjut tersedia di ahmadmadani.id.

Tinggalkan Balasan