Media Bangsa – Slamparejo, 26 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Setyadharma IAI Sunan Kalijogo Malang kembali menghadirkan kegiatan edukatif bagi masyarakat Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kali ini, mahasiswa KKN menggelar pelatihan perawatan jenazah yang menyasar ibu-ibu PKK pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja KKN Setyadharma yang lahir dari inisiatif mahasiswa untuk menghadirkan edukasi keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai perguruan tinggi yang berada dalam naungan pesantren, IAI Sunan Kalijogo Malang memiliki lingkungan pendidikan yang erat dengan nilai-nilai keislaman. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu dorongan bagi mahasiswa KKN untuk mengimplementasikan ilmu dan nilai keagamaan melalui kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Pelatihan perawatan jenazah dipilih karena merupakan salah satu pengetahuan keagamaan yang penting untuk dipahami oleh masyarakat. Perawatan jenazah bukan hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga memiliki ketentuan dan tata cara yang perlu diperhatikan agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan agama.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Setyadharma tidak hanya memberikan penyampaian materi secara mandiri. Untuk memastikan peserta memperoleh pemahaman yang lebih tepat, mahasiswa menghadirkan seorang ahli yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang perawatan jenazah sebagai pemateri.

Kehadiran pemateri tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Peserta mendapatkan penjelasan secara langsung mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan perawatan jenazah, mulai dari rukun dan hukum hingga tata cara yang benar dalam menangani jenazah.

Pembahasan juga diarahkan secara khusus pada perawatan jenazah perempuan. Hal tersebut menjadi perhatian karena dalam kondisi tertentu, penanganan jenazah perempuan membutuhkan pemahaman dari kaum perempuan itu sendiri. Dengan adanya pelatihan ini, ibu-ibu PKK diharapkan memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga tidak hanya bergantung pada orang lain ketika suatu saat dibutuhkan dalam proses perawatan jenazah perempuan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Suasana pelatihan berlangsung dengan antusias. Para peserta mengikuti pemaparan materi dengan serius dan aktif menyimak penjelasan yang diberikan oleh pemateri. Sejumlah hal yang selama ini mungkin masih menjadi pertanyaan dapat dibahas secara langsung dalam kegiatan tersebut.

Selain menjadi sarana untuk menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman mengenai kewajiban seorang Muslim terhadap orang yang telah meninggal dunia. Mahasiswa KKN Setyadharma berupaya agar materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi bekal praktis yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemilihan ibu-ibu PKK sebagai peserta juga memiliki pertimbangan tersendiri. Perempuan memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas ibu-ibu PKK dalam hal perawatan jenazah perempuan dinilai dapat menjadi bekal yang berguna, khususnya ketika terdapat warga atau anggota keluarga yang membutuhkan bantuan.

Program kerja ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Setyadharma selama berada di Desa Slamparejo. Kehadiran mahasiswa tidak hanya diharapkan dapat membantu melalui kegiatan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan transfer pengetahuan dan edukasi yang memiliki kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat.

Bagi mahasiswa KKN Setyadharma, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan perguruan tinggi dan pesantren dengan realitas kehidupan masyarakat. Nilai-nilai keislaman yang dipelajari selama berada di lingkungan akademik kemudian diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.

Kegiatan pelatihan perawatan jenazah tersebut menjadi salah satu contoh bahwa program KKN dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan timbal balik antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa dapat berbagi ilmu dan pengalaman, sementara masyarakat memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan ketika menghadapi kebutuhan di lingkungan sekitar.

Dengan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat, KKN Setyadharma berupaya menjadikan setiap program kerja bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Slamparejo.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Setyadharma berharap semangat belajar dan memperdalam ilmu keagamaan di tengah masyarakat dapat terus tumbuh. Pelatihan perawatan jenazah diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat bagi ibu-ibu PKK sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan keagamaan warga Desa Slamparejo.

Penulis 1 : Muchammad Rizal

Penulis 2 : Muhammad Zaqi Zaid Zidan

Mahasiswa IAI Sunan Kalijogo Malang