MCU Dasar Hari Kemerdekaan Digelar 24-28 Agustus 2026 dengan Kuota 20 Orang, Dilanjutkan pada Sejumlah Momentum Kesehatan hingga November
Media Bangsa – SURABAYA, 23 Agustus 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menghadirkan kado istimewa dalam suasana peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berupa pembebasan 100 persen tarif retribusi pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) bagi masyarakat umum pada momentum tertentu di Rumah Sakit Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur, Madiun.
Untuk momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, layanan MCU Dasar gratis direncanakan dilaksanakan pada 24-28 Agustus 2026 dengan kuota sebanyak 20 orang. Masyarakat yang ingin memanfaatkan program tersebut nantinya mengikuti syarat dan ketentuan yang ditetapkan RS Paru Manguharjo.
“Dalam suasana HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami memberikan pembebasan 100 persen tarif retribusi pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Paru Manguharjo. Mudah-mudahan ini menjadi kado kemerdekaan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (23/8).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Pemberian Pembebasan Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur.
Melalui kebijakan tersebut, pembebasan diberikan sebesar 100 persen terhadap tarif pemeriksaan yang telah ditetapkan, sehingga peserta yang memperoleh kuota program tidak berkewajiban membayar tarif pemeriksaan kesehatan sebagaimana tercantum dalam ketentuan.
Gubernur Khofifah menjelaskan, pemberian pembebasan tarif tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim memperluas akses terhadap layanan kesehatan preventif sekaligus mendorong masyarakat semakin peduli melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini dan berkala.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan penting dilakukan sebelum muncul keluhan atau gejala penyakit. Melalui deteksi dini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus mengambil langkah pencegahan maupun penanganan dengan lebih cepat apabila ditemukan faktor risiko tertentu.
“Kado kemerdekaan ini kami hadirkan agar masyarakat semakin mudah mengakses pemeriksaan kesehatan. Kesehatan adalah investasi yang sangat penting, dan pemeriksaan secara dini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kualitas hidup,” tutur Khofifah.
Ia menegaskan, semangat kemerdekaan juga harus diterjemahkan ke dalam upaya menghadirkan masyarakat yang semakin sehat dan produktif. Sebab, kualitas kesehatan menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Kalau masyarakat sehat, insya Allah bisa bekerja, belajar dan berkarya secara lebih produktif. Jadi menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang memberikan manfaat,” katanya.
Tidak hanya pada momentum Hari Kemerdekaan, pembebasan tarif MCU bagi masyarakat umum juga akan diberikan dalam sejumlah momentum lainnya sepanjang 2026.
Setiap pelaksanaan event tersebut disiapkan kuota sebanyak 20 peserta, dengan jenis pemeriksaan yang disesuaikan dengan tema peringatannya.
Pada Agustus 2026, dalam rangka Hari Kemerdekaan RI, masyarakat memperoleh fasilitas MCU Dasar yang tarif normalnya sebesar Rp232.000 dan dibebaskan 100 persen.
Kemudian pada September 2026, dalam rangka Hari Gigi, disiapkan MCU Dasar dengan Rontgen Panoramik yang tarif normalnya sebesar Rp357.000. Pada bulan yang sama, momentum Hari Jantung dan Paru akan menghadirkan paket MCU Silver dengan tarif normal Rp362.000.
Memasuki Oktober 2026, pembebasan tarif MCU Silver senilai Rp362.000 diberikan dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Timur. Sedangkan pada momentum Hari Kesehatan Jiwa, disediakan MCU Psikiatri dan Napza dengan tarif normal Rp100.000.
Sementara pada November 2026, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, masyarakat kembali dapat memanfaatkan paket MCU Silver dengan tarif normal Rp362.000 secara gratis sesuai kuota yang tersedia.
“Jadi tidak hanya dalam momentum kemerdekaan. Kita rangkai dengan beberapa momentum kesehatan dan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. Setiap event disiapkan kuota 20 orang. Harapannya masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal,” terang Khofifah.
“Semakin dini kondisi kesehatan diketahui, semakin cepat pula langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan,” imbuhnya.
Khofifah mengatakan, teknis pendaftaran, jadwal serta syarat dan ketentuan untuk mendapatkan kuota pada masing-masing event akan diinformasikan lebih lanjut oleh RS Paru Manguharjo.
Ia meminta masyarakat memperhatikan informasi resmi agar dapat memperoleh layanan sesuai jadwal dan kuota yang tersedia.
Gubernur Khofifah berharap kebijakan tersebut turut memperkuat budaya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak semestinya hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat telah mengalami sakit, tetapi juga harus semakin menguatkan aspek promotif dan preventif.
“Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Semakin dini kita mengetahui kondisi tubuh, semakin besar kesempatan untuk melakukan pencegahan dan menjaga kondisi kesehatan tetap baik,” pesannya.
Ia pun berharap inovasi pelayanan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus menjadi penguat komitmen Pemprov Jatim untuk terus mendekatkan layanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
“Silakan masyarakat memanfaatkan momentum pembebasan tarif layanan kesehatan ini sesuai jadwal dan ketentuan yang tersedia. Mari bersama-sama kita bangun budaya hidup sehat dan deteksi dini menuju masyarakat Jawa Timur yang semakin sehat, produktif dan sejahtera,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan