Media Bangsa – Yogyakarta, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kelompok II.C.3 menghadirkan inovasi ramah lingkungan di RW 08 Kampung Prawirotaman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Mereka mengolah minyak jelantah menjadi lilin, program yang tak hanya mengurangi limbah dapur, tetapi juga menghasilkan produk bermanfaat dengan nilai ekonomis.

Ketua Pelaksana KKN, Ari Bintang Sadewa, mengatakan program ini dirancang sebagai bentuk edukasi sekaligus solusi lingkungan.

“Proker ini bertujuan untuk mengurangi limbah dapur dan menjadikannya bernilai guna. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat mengenai sisi lain dari pemanfaatan limbah minyak jelantah. Harapannya, ini menjadi awal perubahan kebiasaan agar limbah yang masih memiliki nilai guna tidak langsung mencemari lingkungan, tetapi diolah kembali menjadi produk bermanfaat. Selain itu, ini juga bisa menjadi inovasi baru yang memiliki nilai ekonomis bagi warga,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Ketua RW 08, Risdianto, menyampaikan apresiasinya atas program mahasiswa tersebut. Menurutnya, warga sangat terbantu dengan adanya ide kreatif ini.

“Inovasi dari adik-adik mahasiswa sangat bermanfaat, terutama karena minyak jelantah biasanya hanya dibuang atau digunakan kembali dengan cara yang tidak sehat. Dengan diolah menjadi lilin, warga jadi tahu bahwa limbah dapur ternyata bisa dimanfaatkan dan bahkan bernilai jual. Kami berharap program ini bisa terus dilanjutkan dan ditularkan ke masyarakat lebih luas,” kata Risdianto.

Ia menambahkan, warga khususnya ibu-ibu sangat tertarik untuk mempraktikkan kembali ilmu yang diberikan mahasiswa.

“Kesannya bagus, bermanfaat ilmunya, ibu-ibu tertarik untuk mempraktikkan. Pesannya, semoga di lain kesempatan ada ide membuat karya lain dari limbah sampah yang bernilai jual lagi. Sukses semuanya, terima kasih ilmu dan pengalamannya yang bermanfaat untuk warga RW 08,” ujarnya.

Program lilin jelantah ini menjadi bukti bahwa solusi sederhana dapat memberi dampak besar. Selain mendukung gerakan pengurangan sampah, inovasi ini juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Prawirotaman.