Media Bangsa – Hangzhou, 14 Juni 2026 – Ahmad Zaki Munibi, mahasiswa Program Doktor Linguistik Terapan Universitas Negeri Jakarta, mempresentasikan riset tentang pembelajaran Bahasa Inggris berbasis AI di ICDEL 2026, Hangzhou, China. Konferensi internasional tersebut berlangsung pada 12-15 Juni 2026.

Zaki tampil sebagai oral presenter melalui jalur invitation letter. Ia membawakan riset yang memiliki konteks yang dekat dengan persoalan pendidikan di wilayah kepulauan. Penelitian dilakukan di Kepulauan Aru, Maluku, salah satu wilayah yang menghadapi tantangan akses teknologi, perangkat pembelajaran, dan koneksi internet.

Dalam penelitiannya, Zaki mengkaji pengalaman guru dan siswa saat menggunakan multimedia berbasis artificial intelligence atau AI yang dipadukan dengan neuroeducation. Pendekatan ini digunakan untuk membantu siswa memahami bacaan bahasa Inggris secara lebih baik.

“Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa siswa rural memiliki potensi besar. Tantangannya ada pada akses, media, dan dukungan pembelajaran. Karena itu, riset ini mencoba melihat bagaimana AI dapat membantu pembelajaran tanpa mengabaikan kondisi lokal,” kata Zaki.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI multimedia dapat membantu siswa memahami teks Bahasa Inggris yang sulit. Siswa lebih mudah memecah informasi, memahami isi bacaan, dan membangun kepercayaan diri dalam menjawab pertanyaan. Pembelajaran juga menjadi lebih menarik karena siswa tidak hanya menerima materi secara konvensional.

Pendekatan neuroeducation memberi penguatan pada cara siswa memproses informasi. Guru menggunakan teknik seperti visualisasi dan pemetaan konsep untuk membantu siswa mengingat dan memahami materi.

Namun, riset ini juga memperlihatkan adanya tantangan nyata. Tidak semua siswa memiliki akses perangkat yang memadai. Koneksi internet juga belum selalu stabil. Kondisi ini membuat penggunaan AI dalam pembelajaran belum berjalan penuh.

Menurut Zaki, temuan ini penting karena menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris. Kedua, potensi tersebut hanya dapat berjalan optimal jika didukung pemerataan infrastruktur dan pelatihan guru.

Keikutsertaan Zaki dalam ICDEL 2026 mendapat dukungan dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), LPDP, PPAPT Kemdiktisaintek, dan PUSLAPDIK Kemendikdasmen. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut karena telah membuka jalan bagi mahasiswa Indonesia untuk membawa isu pendidikan daerah ke forum internasional.

Zaki berharap riset ini dapat menjadi kontribusi kecil bagi pengembangan pendidikan Indonesia. Menurutnya, transformasi digital pendidikan harus menjangkau sekolah di wilayah rural, kepulauan, dan daerah dengan keterbatasan akses.

“Teknologi pendidikan akan bermakna jika mampu membantu siswa yang paling membutuhkan. Karena itu, pengembangan AI dalam pendidikan perlu diarahkan untuk memperkuat pemerataan, bukan hanya mempercepat inovasi,” tutup Zaki.