Media Bangsa – BEKASI — Tim dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) bagi guru SD di SDN Bantar Gebang III, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan yang diikuti 17 guru tersebut bertujuan memperkuat literasi digital dan perspektif kewarganegaraan global melalui pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sekolah dasar.
Ketua tim pengabdian, Prince Clinton Immanuel Christian Damanik, M.Pd., mengatakan bahwa pemanfaatan Augmented Reality tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana guru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret dan bermakna bagi peserta didik.
“Peserta didik sekolah dasar membutuhkan pengalaman belajar yang nyata dan visual. Augmented Reality dapat membantu guru menghadirkan konsep-konsep yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa,” ujarnya.
Menurut Prince, karakteristik peserta didik sekolah dasar yang masih berada pada tahap operasional konkret sebagaimana dikemukakan oleh Jean Piaget menjadikan media visual dan interaktif sebagai pendekatan yang efektif dalam pembelajaran. Karena itu, teknologi AR dinilai mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
Kegiatan pengabdian tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta melalui program bertajuk Pelatihan dan Pendampingan Guru Sekolah Dasar Kota Bekasi dalam Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Augmented Reality untuk Penguatan Literasi Digital dalam Perspektif Kewarganegaraan Global.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Pengawas Sekolah Dasar Kecamatan Bantar Gebang, R. Sardiyo, M.Pd., serta dihadiri Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Bantar Gebang, Asep Nurdin Toha, M.Pd.
R. Sardiyo menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Jakarta atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan guru di tengah transformasi digital pendidikan.
“Guru perlu terus meningkatkan kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala SDN Bantar Gebang III, Meilani Rajmeiyanti, S.Pd., M.Pd., berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.

Tim pengabdian UNJ diketuai oleh Prince Clinton Immanuel Christian Damanik dengan anggota Prof. Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd., Feri Dwi Jayanti, S.Pd., M.Pd., Devita Marlina Venessa, M.Pd., Neddyana Pahlawaty, M.Pd., dan Anastasia Arta Uli, M.Psi., Psikolog. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Langit Anggra Yusephia Putri, Prabawati Kusumaningtyas, dan Revalia Sri Damayanti.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai literasi digital dan pembelajaran abad ke-21. Guru juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penguasaan teknologi digital serta peran guru dalam membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
Tim pengabdian kemudian memperkenalkan teknologi Augmented Reality beserta berbagai contoh penerapannya dalam pembelajaran sekolah dasar. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai urgensi penggunaan AR, manfaatnya dalam pendidikan, serta kaitannya dengan penguatan literasi digital dan kewarganegaraan global.
Bagian utama kegiatan berupa praktik pembuatan media pembelajaran Augmented Reality. Guru memperoleh pendampingan mulai dari perencanaan media, pemilihan materi, pembuatan objek digital, hingga implementasi media AR dalam pembelajaran.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru peserta telah mampu mengenali konsep dasar Augmented Reality, merancang media pembelajaran, serta membuat produk AR secara mandiri. Produk yang dihasilkan menunjukkan bahwa guru tidak hanya memahami aspek konseptual, tetapi juga telah memiliki keterampilan dasar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi praktik dan pendampingan. Para guru aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai penerapan teknologi dalam pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap guru dapat mengimplementasikan media pembelajaran berbasis Augmented Reality secara berkelanjutan di kelas. Inovasi pembelajaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi digital peserta didik, menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, serta membentuk generasi yang adaptif dan memiliki perspektif kewarganegaraan global.

Tinggalkan Balasan