Media Bangsa – Kelompok Riset dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM), khususnya pada Program Studi S2 Fisika, melakukan inovasi mutakhir dalam bidang biosensor. Kegiatan ini merupakan bentuk riset terapan yang dilatarbelakangi oleh urgensi penanganan kasus penyakit bawaan makanan (foodborne disease) yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhimurium. Dengan meningkatnya prevalensi strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik, pengembangan teknologi deteksi dini menjadi sangat krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat secara luas.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat sensor serat optik berbasis Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR) menggunakan material nanokomposit zinc oxide dengan nanopartikel emas. Target utamanya adalah menciptakan instrumen deteksi yang mampu mengidentifikasi keberadaan bakteri Salmonella typhimurium secara cepat, akurat, dan sensitif guna mendukung sistem keamanan pangan yang lebih tangguh.
Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung mulai tanggal dari bulan April 2026 November 2026. Lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium Fotonik Departemen Fisika UM serta Laser Center, Ibnu Sina Institute for Scientific and Industrial Research (ISI-SIR) Universiti Teknologi Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode sintesis Pulsed Laser Ablation in Liquid (PLAL) berbasis laser Nd:YAG.


Penelitian ini melibatkan 3 orang dosen dan 2 orang mahasiswa. Inovasi ini memberikan manfaat langsung bagi penderita salmonellosis, laboratorium pengujian pangan, serta industri makanan. Nurul Hidayat, selaku ketua peneliti, menyatakan, “Pengembangan teknologi sensor berbasis optik ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat layanan kesehatan preventif, di mana kolaborasi internasional menjadi kunci untuk memastikan pencegahan penyakit yang lebih efektif dan akurat demi kesehatan masyarakat yang lebih baik”.
Penelitian ini juga berkolaborasi dengan dosen Departemen Biologi Universitas Negeri Malang, Fauzi Akhbar Anugerah, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa, “Ancaman bakteri Salmonella typhimurium terhadap keamanan pangan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, penelitian ini sangat penting untuk menghadirkan teknologi deteksi dini yang lebih cepat dan akurat. Dengan itu, potensi penyebaran bakteri melalui pangan dapat diminimalkan sehingga risiko terjadinya Salmonellosis di masyarakat juga dapat ditekan”.
Kegiatan ini berkontribusi signifikan terhadap SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) khususnya target 3.3 untuk mengakhiri epidemi penyakit menular dan penyakit bawaan air, serta mendukung penyediaan layanan kesehatan yang lebih responsif. Selain itu, aspek SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) terpenuhi melalui kemitraan pendidikan dengan kolaborator internasional dengan Assoc. Prof. Dr. Citartan Marimuthu dari Universiti Sains Malaysia. Sinergi ini membuktikan bahwa pencegahan penyakit dapat diakselerasi melalui penguatan akses teknologi dan kemitraan strategis lintas negara.
Salah satu tantangan penelitian ini adalah memastikan sensor tetap memiliki sensitivitas, selektivitas, dan stabilitas yang tinggi ketika diaplikasikan pada sampel pangan nyata yang memiliki matriks kompleks. Penelitian selanjutnya perlu difokuskan pada validasi sensor menggunakan berbagai jenis sampel pangan, peningkatan stabilitas material, serta pengembangan perangkat sensor portabel yang siap diimplementasikan untuk mendukung sistem keamanan pangan.


Tinggalkan Balasan