Media Bangsa – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sukses menggelar kegiatan edukasi dan praktik lingkungan di SDIT Mutiara Hati Purwokerto, Sabtu lalu (08/08/2026). Kegiatan ini berfokus pada integrasi pengolahan sampah sisa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan budidaya tanaman melon di kebun sekolah. Program yang didukung pendanaai dari BLU UNSOED ini mengusung tema “Implementasi Ekonomi Sirkular Dalam Integrasi Pengolahan Sampah MBG dengan Pembelajaran Berbasis Proyek Di Sekolah Dasar”.

Inisiatif pengabdian ini berawal dari keresahan tim akademisi terhadap fenomena perilaku memilih-milih makanan (picky eater) pada anak usia sekolah dasar. Kebiasaan tersebut berdampak langsung pada tingginya volume sisa makanan dari program MBG harian, yang jika tidak dikelola dengan baik berpotensi memicu masalah kebersihan dan pencemaran lingkungan. Melihat persoalan tersebut, tim UNSOED hadir membawa solusi komprehensif berkonsep ekonomi sirkular untuk mengubah limbah organik menjadi sumber daya bernilai guna.

“Kami ingin memberikan pemahaman secara langsung kepada para siswa agar tidak bersikap mubazir dan belajar bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan sendiri,” ujar Sunendar selaku Ketua Tim Pengabdian dari Fakultas Pertanian UNSOED.

Melalui kegiatan ini, para siswa diajarkan untuk tidak bersikap mubazir dan belajar bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan sendiri. Rangkaian acara dikemas secara interaktif melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Para siswa diajak langsung untuk memilah sampah organik dan anorganik, mengolah sisa makanan MBG menjadi kompos melalui proses komposting, hingga praktik budidaya melon di area kebun sekolah. Lewat proses ini, siswa tidak hanya memahami teori sains secara praktis, tetapi juga dibentuk karakternya agar lebih peduli lingkungan dan menghargai makanan sejak dini.

Pihak sekolah menyambut baik kolaborasi inovatif dari tim pengabdian UNSOED tersebut. Kepala SDIT Mutiara Hati Purwokerto menyampaikan apresiasi mendalam dan harapannya agar program edukatif ini dapat berkelanjutan. “Model integrasi pengolahan sampah sisa makanan dan budidaya tanaman ini sangat relevan untuk mengatasi persoalan lingkungan di lingkungan sekolah sekaligus menjadi proyek pembelajaran nyata bagi siswa”, ujar Naryo selaku Kepala SDIT Mutiara Hati.