Media Bangsa – PONOROGO, 23 SEPTEMBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berkeliling ke berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus daya beli masyarakat.

Kali ini, Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di depan Kantor Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/9). Kegiatan tersebut menjadi titik ke-140 pasar murah yang diselenggarakan Pemprov Jatim.

Pelaksanaan pasar murah merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Ini sudah yang ke-140. Kemarin yang ke-139 kita laksanakan di Mojokerto. Jadi prinsipnya kita terus berkeliling untuk mendekatkan penjangkauan kepada konsumen,” ujarnya.

Menurutnya, semakin luas jangkauan kegiatan pasar murah, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Harapannya adalah daya beli masyarakat tetap terjaga. Harapannya juga kita bisa melakukan penetrasi terhadap inflasi,” katanya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan Pemprov Jatim merupakan bentuk komplementaritas terhadap berbagai program serupa yang telah dijalankan pemerintah kabupaten/kota.

“Di daerah-daerah pada dasarnya sudah ada program pasar murah. Tetapi kita melakukan pelapisan, sehingga semakin banyak masyarakat yang tersapa. Rasanya, makin banyak yang tersapa, maka sesungguhnya daya beli masyarakat akan lebih bisa kita jaga keterjangkauannya,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah menambahkan, keberadaan pasar murah juga menjadi ruang untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap komoditas pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Pemprov Jatim, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan berbagai komoditas strategis di pasar. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Bulog, pelaku usaha, distributor, hingga produsen juga terus diperkuat agar rantai pasok berjalan dengan baik.

Sejumlah komoditas tersedia dalam pasar murah antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium/SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Ada juga komoditi bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per pack.

Sementara itu, salah seorang warga Pulung Ponorogo Nuna mengatakan bahwa Pasar Murah yang digelar pada sore ini dapat mengurangi beban kebutuhan rumah tangga yang semakin mahal.

Ia mencontohkan, dirinya bersama saudara lain membeli Minyak dan Gula Pasir Premium yang dijual di Pasar Murah.

Terbukti, harga untuk Minyak Kita dan Gula terdapat selisih Rp. 2.000 dimana harga pasaran Minyak Goreng di kisaran Rp. 18.000 – 20.000.

Sementara itu, Suhariyanto yang sehari hari berprofesi sebagai Juru Parkir mengaku senang karena Pasar Murah yang digelar Pemprov Jatim terdapat selisih harga yang bisa di substitusi untuk membeli kebutuhan pokok lainnya.

Iapun mencontohkan, harga telur ayam di pasaran di angka Rp. 25.000 – 27.000 namun di Pasar Murah kali ini di harga Rp. 27.000.

Suharyanto berharap kegiatan pasar murah bisa dilaksanakan seminggu sekali seperti kebutuhan rumah tangga seperti ini.