Media Bangsa – WAIC Shanghai 2026 kumpulkan perusahaan teknologi, peneliti, pemerintah, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan. World Artificial Intelligence Conference (WAIC) ini berlangsung di Shanghai, China, pada 17–20 Juli 2026. Acara ini tidak hanya menampilkan inovasi AI, tetapi juga membahas kerja sama internasional, tata kelola teknologi, serta penerapan AI di berbagai sektor.
WAIC Shanghai 2026 Kumpulkan Ribuan Inovasi AI dari Berbagai Negara
Penyelenggara menggelar WAIC 2026 di area pameran seluas lebih dari 100.000 meter persegi. Sebanyak 1.117 perusahaan dari China dan berbagai negara mengikuti acara ini. Setelah acara berlangsung, penyelenggara mencatat 4.486 produk dan teknologi tampil dalam pameran, dengan 351 di antaranya melakukan debut global.
Berbagai inovasi yang tampil menunjukkan bahwa perkembangan AI mulai melampaui perangkat lunak dan layanan digital. Kecerdasan buatan kini merambah perangkat fisik, robot, sistem industri, hingga teknologi yang mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Robot Humanoid dan AI Agent Jadi Sorotan
Salah satu fokus utama WAIC 2026 adalah embodied intelligence, yaitu pengembangan AI yang memungkinkan mesin memahami lingkungan, mengambil keputusan, dan bertindak di dunia nyata. Penyelenggara menampilkan teknologi ini lewat berbagai robot humanoid, robot layanan, hingga lengan robot industri.
Selain robot, AI agent juga menjadi topik penting dalam konferensi ini. Berbeda dari chatbot yang umumnya hanya menjawab pertanyaan, pengembang merancang AI agent untuk menjalankan rangkaian tugas berdasarkan tujuan tertentu. Perkembangan teknologi ini membuka peluang penerapan AI dalam pekerjaan industri, layanan publik, serta berbagai aktivitas digital.
WAIC Shanghai 2026 Kumpulkan Pemimpin Dunia untuk Bahas Tata Kelola AI
WAIC 2026 turut berlangsung bersamaan dengan High-Level Meeting on Global AI Governance. Forum ini mempertemukan perwakilan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas pengembangan serta tata kelola kecerdasan buatan.
WAIC 2026 menghadirkan perwakilan dari 102 negara dan organisasi internasional. Salah satu hasil penting forum ini adalah penandatanganan kesepakatan pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Perwakilan dari 29 negara menandatangani kesepakatan tersebut. Organisasi ini akan berkedudukan di Shanghai dan berfokus pada penguatan kerja sama AI lintas negara.
Investasi AI dan Pengembangan Infrastruktur
Selain menjadi ruang pertukaran pengetahuan, WAIC 2026 turut mempertemukan perusahaan teknologi, investor, dan mitra industri. Pemerintah Shanghai melaporkan kesepakatan 32 proyek AI dengan nilai investasi lebih dari 40,9 miliar yuan.
Proyek-proyek ini mencakup pengembangan infrastruktur AI, AI agent, embodied intelligence, serta penerapan AI dalam riset ilmiah. Shanghai Unicom turut memperkenalkan program UniAI dengan rencana investasi lebih dari 25 miliar yuan. Program ini bertujuan memperkuat infrastruktur komputasi cerdas dan mendukung penerapan AI di berbagai sektor.
WAIC Shanghai 2026 Kumpulkan Ratusan Ribu Pengunjung
Skala WAIC 2026 juga terlihat dari jumlah pengunjung dan jangkauan acaranya. Penyelenggara mencatat lebih dari 400.000 pengunjung hadir secara langsung selama konferensi berlangsung. Sementara itu, rangkaian acara WAIC 2026 mencatat lebih dari 3 miliar penayangan online di seluruh dunia.
Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan teknologi AI, baik dari kalangan industri maupun masyarakat umum. WAIC bukan hanya tempat perusahaan memperkenalkan produk baru, melainkan juga ruang untuk membahas arah perkembangan teknologi kecerdasan buatan secara lebih luas.
AI Semakin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Rangkaian pameran dan forum di WAIC 2026 memperlihatkan arah perkembangan AI yang semakin beragam. Teknologi ini tidak hanya menghasilkan teks, gambar, atau jawaban atas pertanyaan, tetapi juga merambah robot, perangkat pintar, sistem industri, dan layanan publik.
Melalui konferensi ini, peserta membahas pengembangan AI dari berbagai sisi, mulai dari inovasi teknologi dan peluang bisnis hingga kerja sama internasional dan tata kelola. Perkembangan ini menunjukkan bahwa penerapan kecerdasan buatan terus meluas. Karena itu, pemangku kepentingan perlu memastikan pengembang dapat menciptakan dan menerapkan teknologi ini secara bertanggung jawab.
Dengan skala dan capaian ini, WAIC Shanghai 2026 kumpulkan bukti nyata bahwa kecerdasan buatan kini menjadi agenda global yang melibatkan industri, pemerintah, dan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan