Media Bangsa – Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) merampungkan tahap utama pemasangan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Pondok Pesantren Darul Huffaz Al-Azhaiyah, Malang. Instalasi ini menjadi solusi atas persoalan pememenuhan kebutuhan air bersih santri sehari-hari.

Program bertajuk “Implementasi Pompa Air Energi Surya dan Manajemen Pengelolaannya untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Pondok Pesantren Darul Huffaz Alazhaiyah Malang” ini digagas dan di nimplementasikan oleh Prof. Dr. Muhammad Alfian Mizar, M.P. sebagai ketua Tim, bersama dua anggota yaitu Dr. Eng. Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng. dan Ratna Juwita, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., serta melibatkan dua mahasiswa Teknik Mesin UM. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Program Kemitraan Masyarakat yang didanai secara internal oleh UM pada tahun 2026.

Berawal dari Persoalan Air

Pondok Pesantren Darul Huffaz Al-Azhaiyah dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada tahfidz Al-Qur’an. Sebagai institusi non-produktif secara ekonomi, pesantren ini mempunyai masalah dalam memenuhi kebutuhan air bagi ibadah, kegiatan belajar-mengajar, memasak, hingga sanitasi para santri.

Biaya operasional sering membengkak seiring bertambahnya jumlah santri setiap tahun. Di sisi lain, kuragnya ketersediaan air tersebut turut mengganggu jadwal ibadah dan aktivitas santri. Padahal, lokasi pesantren yang berada di area terbuka dekat persawahan memiliki potensi radiasi matahari yang tinggi, rata-rata mencapai 4,8 kWh/m² per hari — kondisi yang sangat ideal untuk pengembangan energi surya untuk penggerak pompa air dalam penyediaan air bersih.

Solusi Teknologi Tepat Guna

Menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian UM merancang sistem PATS berbasis off-grid yang bekerja mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada listrik PLN. Sistem ini terdiri atas unit panel surya, unit solar pump controller, unit pompa, dan unit baterai, serta tandon air, dengan target produksi air bersih 3000 sampai dengan 5.000 liter per hari.

Hingga periode pelaporan kemajuan ini, proses pembuatan dan pemasangan rangka dudukan panel surya, pengadaan seluruh komponen utama, hingga perakitan elektrikal dan mekanikal sistem telah rampung dan terpasang di lokasi mitra. Progres pelaksanaan instalasi fisik tercatat telah mencapai 100 persen, dan sistem kini memasuki tahap persiapan uji coba (commissioning) untuk memastikan keandalannya pada berbagai kondisi cuaca.

Tidak berhenti pada aspek teknis, Tim juga menggelar sosialisasi kepada pengurus pondok mengenai konsep dasar sistem PATS, prinsip kerja alat, serta pentingnya manajemen penggunaan air yang efisien. Kegiatan ini sekaligus menjadi forum penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan air bersih yang akan digunakan mitra secara mandiri setelah program berakhir. Santri senior turut dilibatkan dalam proses persiapan instalasi sebagai bagian dari upaya transfer pengetahuan teknis di lapangan.

Dampak dan Manfaat bagi Pesantren

Implementasi teknologi pompa air tenaga surya diproyeksikan mampu mengatasi kebutuhan air pesantren dalam jangka panjang, sekaligus menjamin ketersediaan air bersih yang lebih stabil. Program ini juga sejalan dengan konsep “Green Pesantren” yang tengah dikembangkan sebagai bagian dari dakwah lingkungan, sekaligus memperkuat kapasitas pengurus pondok dalam bidang teknologi energi baru terbarukan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian UM turut merancang pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pengelola air di lingkungan pesantren, penyerahan buku panduan teknis, serta pendampingan jarak jauh pascapemasangan.