Media Bangsa – Lima pebalap Moto2 dan Moto3 berbagi pengalaman dan inspirasi dengan siswa SD Negeri 2 Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/10/2026). Mereka hadir menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Kelima pebalap tersebut adalah Mario Suryo Aji, Veda Ega Pratama, Manuel Gonzalez, Luca Lunetta, dan David Almansa. Melalui program Riders Go to School, para siswa berkesempatan bertemu langsung dengan pebalap. Mereka juga mengenal perjalanan karier para atlet dan mengikuti kegiatan edukatif tentang kreativitas, keselamatan, serta budaya lokal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari SOLAH Mandalika (Sustainability Orientation With Local Hospitality of Mandalika). Program tersebut mendorong keberlanjutan, keberagaman, inklusivitas, dan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan ajang internasional di kawasan The Mandalika.
Melalui kegiatan ini, para siswa dapat mengenal dunia balap motor sekaligus mempelajari nilai-nilai positif di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, pengalaman MotoGP tidak hanya berlangsung di sirkuit, tetapi juga menjangkau masyarakat sekitar.
Pembalap Indonesia Bagikan Kisah Perjuangan
Para siswa menyambut kedatangan pebalap dengan pertunjukan seni tradisional. Penampilan tersebut memperkenalkan kekayaan budaya Mandalika sekaligus memadukan tradisi lokal dengan olahraga balap motor kelas dunia.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama menceritakan perjalanan karier mereka hingga mencapai kompetisi internasional. Mereka mengajak para siswa memahami proses panjang di balik sebuah prestasi, mulai dari latihan rutin hingga menghadapi tekanan kompetisi.
Kedua pebalap juga menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi. Mereka menjelaskan bahwa seseorang membutuhkan kerja keras, keberanian menghadapi tantangan, dan ketekunan untuk meraih cita-cita.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengatakan bahwa pertemuan tersebut dapat memperluas manfaat MotoGP bagi masyarakat Mandalika.
“Kami ingin anak-anak di Mandalika tidak hanya melihat para rider ketika mereka berada di lintasan. Hari ini mereka bisa bertemu, berbicara, tertawa, dan belajar langsung dari para pembalap yang mereka lihat berlaga. Kami ingin pengalaman ini menyalakan keberanian mereka untuk bermimpi dan percaya bahwa mereka juga bisa mencapai panggung dunia,” ujar Troy.
Siswa Mengasah Kreativitas dan Belajar Keselamatan
Setelah sesi berbagi pengalaman, para siswa mengikuti aktivitas helmet painting atau menghias helm. Sebanyak delapan siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 mendapat kesempatan untuk menuangkan kreativitas bersama para pebalap.
Aktivitas ini mengajak anak-anak berekspresi sekaligus mengenal kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut sejalan dengan semangat Greener Future Together yang diusung SOLAH Mandalika.
Para siswa kemudian menyerahkan hasil karya mereka kepada para pebalap dan tamu VIP. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat berinteraksi dengan atlet internasional dalam suasana yang terbuka dan menyenangkan.
Selain mengasah kreativitas, para siswa juga mempelajari keselamatan berlalu lintas. Unit Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda NTB mengajak mereka mengikuti kuis interaktif tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sejak dini.
Rangkaian aktivitas tersebut membantu siswa mengenal nilai disiplin, sportivitas, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka juga dapat memahami pentingnya keselamatan melalui pengalaman langsung.
Pertunjukan seni tradisional dan interaksi antara siswa, guru, pebalap, serta pemangku kepentingan menunjukkan bahwa budaya lokal dapat berjalan berdampingan dengan olahraga internasional. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan semangat keberagaman dan inklusivitas dalam SOLAH Mandalika.
InJourney dan ITDC Berikan Donasi Pendidikan
Kepala SD Negeri 2 Kuta Mandalika, Lalu Satriadi, menyambut baik kesempatan sekolahnya mengikuti rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
“Kedatangan mereka menjadi inspirasi bagi murid dan guru kami bahwa untuk mencapai level dunia dibutuhkan kerja keras dan dedikasi tinggi,” katanya.
Pebalap Moto3 Indonesia, Veda Ega Pratama, juga mengungkapkan kegembiraannya karena dapat kembali ke Lombok dan berbagi pengalaman dengan generasi muda.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik di sini. Semoga mereka semakin berani bermimpi dan terus berusaha untuk mengejarnya,” ujar Veda.
Dalam kegiatan tersebut, InJourney dan ITDC menyerahkan donasi kepada SD Negeri 2 Kuta Mandalika sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan di sekitar kawasan The Mandalika.
Students Go to Paddock Ajak Pelajar Mengenal Dunia Balap
Program SOLAH Mandalika berlanjut pada Jumat (9/10/2026) melalui kegiatan Students Go to Paddock. Sebanyak 50 pelajar dan 10 guru dari berbagai sekolah di Pulau Lombok mengikuti kegiatan ini.
Para peserta mendapat kesempatan melihat suasana akhir pekan balapan dan mengenal aktivitas di area paddock. Mereka juga mempelajari lebih dekat penyelenggaraan ajang balap motor kelas dunia.
Melalui program Riders Go to School dan Students Go to Paddock, penyelenggara menghubungkan olahraga internasional dengan pendidikan, budaya, dan keterlibatan masyarakat. Kedua kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus mendorong generasi muda Mandalika untuk berani bermimpi dan mengembangkan potensi mereka.

Tinggalkan Balasan