Media Bangsa – Karawang, 10 Juli 2026 — Bagaimana perusahaan B2B tetap menjadi pilihan pelanggan ketika proses pembelian kini dimulai dari Google, LinkedIn, hingga Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT dan Gemini? Pertanyaan tersebut menjadi benang merah dalam kegiatan In House Training “B2B Sales Modernization: Membangun Arsitektur Kepercayaan di Era AI dan Social Selling” yang diselenggarakan oleh PT Dai-ichi Kimia Raya di kawasan KIIC Karawang, Jumat (10/7).
Pelatihan yang diperuntukkan khusus bagi Team Sales PT Dai-ichi Kimia Raya ini menghadirkan Ahmad Madani, Praktisi Pemasaran dan Vokasi, sebagai narasumber. Kegiatan dirancang untuk memperkuat kemampuan tenaga penjualan dalam menghadapi perubahan perilaku pembeli industri yang semakin mengandalkan platform digital dan teknologi kecerdasan buatan dalam proses pengambilan keputusan.
Mengapa perusahaan B2B perlu mengubah cara menjual di era Artificial Intelligence?
Dalam beberapa tahun terakhir, pola pembelian pelanggan korporasi mengalami transformasi yang signifikan. Sebelum menghubungi vendor, calon pelanggan terlebih dahulu melakukan riset melalui mesin pencari, media profesional seperti LinkedIn, hingga memanfaatkan AI Assistant untuk membandingkan berbagai solusi yang tersedia.
Perubahan tersebut menuntut perusahaan tidak hanya memiliki produk berkualitas, tetapi juga mampu membangun kepercayaan digital (digital trust) yang dapat ditemukan, dipahami, dan direkomendasikan oleh mesin pencari maupun platform AI.
Transformasi penjualan modern dimulai dari membangun kredibilitas digital.
Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada pendekatan baru dalam strategi penjualan B2B yang mengintegrasikan konsep Search Engine Optimization (SEO), Answer Engine Optimization (AEO), Generative Engine Optimization (GEO), serta LinkedIn Social Selling sebagai fondasi membangun hubungan dengan pelanggan.
Tidak lagi sekadar berfokus pada aktivitas menawarkan produk, tim sales diajak memahami bagaimana menciptakan eksistensi digital yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan bahkan sebelum proses negosiasi dimulai.
Selain itu, peserta juga mempelajari teknik menyusun konten berbasis solusi, memperkuat personal branding profesional, membangun pipeline prospek melalui LinkedIn, hingga strategi melakukan pendekatan kepada calon pelanggan secara lebih personal dan bernilai tambah.
Belajar membangun arsitektur kepercayaan di era AI
Dalam sesi pelatihan, Ahmad Madani menjelaskan bahwa profesi sales sedang memasuki fase baru.
Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence tidak menggantikan peran tenaga penjualan, melainkan mengubah cara pelanggan menemukan dan memilih vendor.
“Hari ini pelanggan tidak langsung mencari penjual. Mereka mencari jawaban atas masalahnya terlebih dahulu. Ketika jawaban tersebut mengarahkan kepada perusahaan kita, maka proses membangun kepercayaan sudah dimulai bahkan sebelum pertemuan pertama terjadi,” jelas Ahmad Madani.
Selama pelatihan, peserta mendalami berbagai materi strategis, di antaranya:
- The New B2B Buying Journey;
- Peran SEO, AEO, dan GEO dalam pemasaran B2B;
- Optimalisasi LinkedIn sebagai mesin social selling;
- Penyusunan konten yang ramah mesin pencari sekaligus AI;
- Precision Outreach dan strategi menghadapi keberatan pelanggan;
Penyusunan kebiasaan digital harian untuk membangun pipeline penjualan yang berkelanjutan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai studi kasus yang relevan dengan karakteristik industri kimia, sehingga peserta dapat langsung mengaitkan materi dengan aktivitas penjualan sehari-hari.
Digital trust menjadi faktor penentu daya saing perusahaan
Perubahan perilaku pembeli menunjukkan bahwa proses pembelian B2B saat ini semakin dipengaruhi oleh aktivitas riset digital.
Calon pelanggan tidak lagi hanya mempertimbangkan spesifikasi produk, tetapi juga mengevaluasi reputasi perusahaan, kredibilitas tenaga penjualan, kualitas informasi yang tersedia, serta rekam jejak digital perusahaan sebelum mengambil keputusan.
Melalui pelatihan ini, PT Dai-ichi Kimia Raya mendorong penguatan kompetensi tim sales agar mampu:
- memahami perilaku pembeli B2B modern;
- membangun personal branding profesional melalui LinkedIn;
- menghasilkan konten yang mudah ditemukan mesin pencari dan AI;
- meningkatkan kualitas prospek (qualified leads);
memperkuat kepercayaan pelanggan melalui pendekatan berbasis edukasi dan solusi.
Pendekatan tersebut sejalan dengan perkembangan strategi pemasaran modern yang menempatkan kepercayaan (trust) sebagai aset utama dalam membangun hubungan bisnis jangka panjang.
Membangun masa depan penjualan yang adaptif dan berorientasi solusi
Melalui penyelenggaraan pelatihan B2B Sales Modernization, PT Dai-ichi Kimia Raya menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan tim penjualan menghadapi dinamika industri yang semakin terdigitalisasi.
Dengan menggabungkan kompetensi penjualan, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence, serta penguatan strategi digital, perusahaan optimistis mampu menghadirkan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan dan memperkuat posisi sebagai mitra solusi bagi berbagai sektor industri di Indonesia.
Pelatihan ini juga menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar mengadopsi teknologi baru, tetapi membangun budaya penjualan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penciptaan kepercayaan.
Tentang Narasumber
Ahmad Madani merupakan Praktisi Pemasaran dan Vokasi yang aktif sebagai trainer, pembicara, serta konsultan di bidang pemasaran modern, digital marketing, Artificial Intelligence untuk bisnis, serta pengembangan kompetensi penjualan. Dalam berbagai pelatihan, Ahmad Madani banyak membahas integrasi SEO, AEO, GEO, LinkedIn Social Selling, dan strategi membangun AI Visibility untuk meningkatkan daya saing individu maupun perusahaan di era ekonomi digital.

Tinggalkan Balasan