Media Bangsa — Pertamina operasikan SPBU 24 jam di Bali untuk atasi antrean BBM yang panjang. PT Pertamina (Persero) pastikan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan beroperasi selama 24 jam penuh mulai Selasa (14/10). Tujuan utama adalah urai antrean panjang serta jamin kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, sampaikan keputusan ini melalui keterangan resmi, Selasa (13/10/2026). Dengan demikian, Simon tegas bahwa langkah ini adalah respons cepat terhadap dinamika ketersediaan BBM di wilayah Bali. Beberapa hari terakhir, Bali alami tantangan distribusi yang mendesak dan kritis.

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Denpasar dan Badung Lebih Dulu

Simon umumkan bahwa operasi 24 jam dimulai dari Denpasar dan Badung lebih dulu. “Selain percepatan distribusi ke SPBU, tentunya peningkatan pelayanan di SPBU menjadi 24 jam, tadi sudah disampaikan untuk Denpasar dan Badung (mulai hari ini) dan tentunya dalam satu hingga dua hari ke depan juga untuk Tabanan dan Gianyar,” ujar Simon.

Tahapan implementasi ini dirancang untuk optimalkan koordinasi antar wilayah. Gianyar dan Tabanan akan bergabung dalam operasi 24 jam dalam satu hingga dua hari ke depan. Dengan strategi bertahap ini, Pertamina memastikan kelancaran transisi tanpa gangguan operasional yang berarti.

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam dengan Dukungan Hiswana Migas

Pertamina koordinasi dengan Hiswana Migas untuk dukung operasi nonstop ini dengan optimal. Penambahan tenaga operator di lapangan dilakukan secara terukur dan profesional. Oleh karena itu, keandalan layanan dan keselamatan kerja pegawai tetap terjaga dengan baik.

Setiap operator memerlukan pelatihan untuk pastikan kompetensi mereka memadai. Hiswana Migas berperan penting dalam rekrutmen dan manajemen tenaga kerja yang profesional. Koordinasi intensif ini memastikan operasi berjalan tanpa hambatan signifikan setiap waktu.

TNI dan Polri Siap Jadi Operator Cadangan SPBU Pertamina

Pertamina siapkan langkah kontinjensi melibatkan TNI dan Polri untuk antisipasi. Personel dari kedua institusi akan bertugas sebagai operator cadangan jika diperlukan. Dengan persiapan ini, operasional tidak akan terganggu dalam kondisi darurat apapun.

“Langkah kontinjensi juga kami siapkan dengan libatkan bantuan dari personel TNI dan Polri sebagai operator cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan,” jelas Pertamina dalam strategi penguatan operasional yang komprehensif.

Kolaborasi dengan institusi keamanan ini tunjukkan keseriusan Pertamina hadapi krisis. Cadangan operator memastikan kontinuitas layanan sepanjang waktu tanpa putus. Kesiapan ini adalah bentuk proaktif untuk tangani segala kemungkinan yang mungkin muncul.

Depo Manggis dan Depo Sanggaran Operasi 24 Jam Penuh Tanpa Henti

Di sisi rantai pasok, Pertamina operasikan Depo Manggis dan Depo Sanggaran selama 24 jam penuh setiap hari. Kedua depo ini jadi tulang punggung distribusi BBM ke seluruh SPBU di Bali. Dengan operasi 24 jam, proses logistik menjadi lebih cepat dan efisien untuk semua pihak.

Percepatan distribusi dari depo ke SPBU akan berdampak langsung pada ketersediaan. Setiap depo harus siap melayani permintaan kapan saja tanpa batasan waktu. Oleh karena itu, koordinasi antar depo memastikan aliran BBM yang konsisten dan teratur setiap waktu.

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam dengan Tambahan 15 Unit Armada Tangki

Pertamina tingkat kapasitas angkutan dengan tambah armada mobil tangki secara signifikan. Jumlah armada naik dari 90 unit menjadi 105 unit untuk layani Bali lebih baik. Penambahan 15 unit ini signifikan untuk percepat distribusi ke seluruh wilayah Bali.

Setiap mobil tangki tambahan meningkat kapasitas angkut BBM secara proporsional dan terukur. Dengan demikian, volume total yang dapat didistribusikan per hari meningkat dengan drastis. Armada yang lebih besar memastikan frekuensi pengisian ke SPBU lebih sering dan konsisten.

Polda Bali Dukung Pengawalan Lalu Lintas untuk Mobil Tangki BBM

Percepatan distribusi dari depo ke SPBU terima dukungan dari Polda Bali secara langsung. Polda sediakan pengawalan lalu lintas menggunakan kendaraan patroli khusus untuk efisiensi. Tujuan adalah pastikan kelancaran perjalanan mobil tangki tanpa hambatan berarti.

Pengawalan ini penting karena mobilitas tinggi di Bali yang menghadap tantangan. Kondisi lalu lintas yang ramai memerlukan manajemen khusus dari pihak kepolisian. Dengan demikian, Polda memastikan rute distribusi lancar dan aman untuk semua pihak yang terlibat.

Gubernur Bali Jamin Ketersediaan BBM hingga Dua Minggu ke Depan

Gubernur Bali, Wayan Koster, tegas jamin ketersediaan pasokan BBM aman sepenuhnya. BBM jenis Pertalite dan Pertamax dijamin tersedia hingga dua minggu ke depan. Jaminan ini berdasarkan skema pengiriman Pertamina yang terukur dan terbukti konsisten.

“Jadi dengan demikian maka yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan,” kata Koster dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab.

Gubernur prioritaskan penanganan pada 54 SPBU di Denpasar dan 38 SPBU di Badung. Lokasi-lokasi ini tercatat memiliki tingkat konsumsi tertinggi di Bali. Oleh karena itu, fokus pada titik-titik kritis ini memastikan ketersediaan di area yang paling banyak dilayani.

Gubernur Imbau Masyarakat Hindari Panic Buying BBM

Wayan Koster mengimbau masyarakat untuk tidak lakukan panic buying dengan tegas. Panic buying akan picu penumpukan kendaraan di area SPBU yang tidak perlu. Dengan demikian, kondisi ini justru akan perburuk situasi distribusi yang sedang ditangani.

“Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying agar tidak memicu penumpukan kendaraan di area SPBU,” tegas Gubernur untuk edukasi publik secara jelas.

Himbauan ini penting untuk jaga ketertiban dan kelancaran layanan di lapangan. Perilaku konsumsi normal akan membantu sistem distribusi bekerja optimal sesuai kapasitas. Oleh karena itu, masyarakat yang rasional akan dukung upaya pemerintah dan Pertamina.

Strategi Komprehensif Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam Atasi Krisis

Respons Pertamina terhadap krisis ketersediaan BBM mencakup berbagai aspek operasional. Operasi 24 jam, penambahan armada, dan koordinasi lintas institusi adalah pendekatan holistik. Setiap elemen dirancang untuk saling mendukung dan memperkuat efektivitas penanganan.

Kolaborasi antara Pertamina, pemerintah daerah, TNI, dan Polri menunjukkan keseriusan. Krisis logistik memerlukan respons terpadu dari berbagai pihak yang berbeda. Dengan demikian, koordinasi ini memastikan tidak ada celah dalam sistem penanganan krisis.

Langkah Pertamina Jadi Model Respons Cepat Industri Minyak Gas

Pertamina tunjukkan kemampuan respons cepat terhadap tantangan operasional yang kompleks. Keputusan untuk operasi 24 jam membuat dampak langsung pada masyarakat Bali. Oleh karena itu, langkah ini jadi model bagi institusi lain dalam menangani krisis serupa.

Investasi pada armada tambahan menunjukkan komitmen jangka panjang Pertamina. Pertamina tidak hanya atasi krisis sesaat, tetapi juga tingkat kapasitas permanen. Dengan demikian, pendekatan ini memastikan Bali siap hadapi lonjakan permintaan di masa depan.

SUMBER