Media Bangsa – Pemerintah Indonesia memastikan telah memenuhi seluruh kewajiban pelaporan karhutla atau kebakaran hutan dan lahan secara rutin. Indonesia menyampaikan laporan itu kepada ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC). Pelaporan berlangsung sejak lembaga itu menetapkan status siaga Level 3 untuk kawasan Asia Tenggara pada Agustus 2026.
Indonesia mengambil langkah itu guna transparansi data serta koordinasi regional dalam menanggulangi dampak kabut asap lintas batas di kawasan ASEAN.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Arrmanatha Nasir, menyampaikan hal itu melalui keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Menlu menyampaikan, Indonesia telah membagikan seluruh data perkembangan, kondisi di lapangan, hingga upaya penanggulangan. Indonesia melakukan pelaporan karhutla secara konsisten sesuai mekanisme dan regulasi kawasan.
“Kami sudah men-share semua data-data kita, apa langkah-langkah yang kami lakukan, situasinya, perkembangannya. Dan ini Indonesia telah memenuhi semua kewajiban-kewajiban pelaporan secara reguler,” tegasnya.
Indonesia menghadapi tantangan cuaca yang cukup ekstrem. Namun, tren titik panas (hotspot) harian di wilayah Indonesia tetap menurun berkat penanganan intensif di lapangan.
“Dari laporan yang terakhir saya dapatkan, bahwa setiap hari ada kemajuan, jumlah hotspot itu berkurang, mungkin detailnya bisa ditanyakan kepada BNPB,” ujarnya.
Upaya Indonesia itu mendapat pengakuan dan apresiasi dari sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.
Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan mengakui kerja keras Indonesia dalam memadamkan api. Namun, ia tetap berharap Indonesia meningkatkan penanganan agar lebih efektif mengingat dampak kabut asap bagi masyarakat.
Hasan berencana membawa isu itu pada pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN mendatang.
Sementara itu, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengapresiasi pengendalian karhutla oleh Indonesia. Ia juga menyatakan kesiapan negaranya untuk memberikan bantuan serta berpartisipasi dalam berbagai inisiatif regional.
Dengan begitu, Indonesia menegaskan komitmennya dalam pelaporan karhutla secara terbuka kepada negara-negara ASEAN.
Sumber

Tinggalkan Balasan