Media Bangsa – MDMC Muhammadiyah gelar Rakernas 2026 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPV), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum ini merupakan Rapat Kerja Nasional Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Forum nasional ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (11/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026). Kegiatan ini menjadi sarana konsolidasi penting untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan strategi penanggulangan bencana.

MDMC Muhammadiyah Gelar Rakernas dengan Tema Sinergi dan Inovasi

Rakernas kali ini mengusung tema “Sinergi dan Inovasi: Penguatan Kapasitas Wilayah dalam Manajemen Bencana Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal”. Sebanyak 135 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas jajaran pimpinan LRB-MDMC PP Muhammadiyah serta perwakilan MDMC wilayah se-Indonesia.

Selain itu, sekitar 165 tamu undangan turut hadir dalam pembukaan acara. Mereka mewakili unsur pemerintah, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, Kementerian Kesehatan, hingga jajaran Organisasi Otonom Muhammadiyah.

Pembukaan Rakernas Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno membuka rangkaian acara lewat sambutannya. Selanjutnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan Rakernas ini secara langsung.

Tak hanya itu, panitia turut menghadirkan sesi diskusi panel kesiapsiagaan bencana. Sesi ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, yaitu Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, anggota DPR RI Singgih Januratmoko, dan Pengarah BNPB Rahmawati Husein.

Agenda Tiga Hari: Evaluasi hingga Penggalangan Dana

Sepanjang tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti diskusi per bidang serta mengevaluasi kinerja empat wilayah regional. Panitia juga membahas penguatan keberlanjutan organisasi melalui skema penggalangan dana dan kemitraan bersama Lazismu.

Pembahasan turut berfokus pada pemanfaatan teknologi. Salah satu contohnya adalah sistem peringatan dini berbasis geospasial yang memadukan kearifan lokal masyarakat setempat.

MDMC Muhammadiyah Gelar Rakernas untuk Hasilkan Rencana Aksi Wilayah

Pada akhirnya, forum ini melahirkan rekomendasi strategis berupa rencana aksi wilayah yang terarah. Rencana ini bertujuan meningkatkan resiliensi masyarakat Indonesia dalam menghadapi potensi bencana.

Ketua LRB-MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budi Setiawan menjelaskan alasan MDMC Muhammadiyah gelar Rakernas ini. Menurutnya, forum ini dirancang sebagai ruang untuk menyerap dan mendokumentasikan berbagai praktik baik manajemen risiko bencana di tingkat daerah.

Dengan demikian, LRB-MDMC dapat menyinergikan pengalaman lapangan dari masing-masing wilayah. Hasilnya berupa program penanganan dan pengurangan risiko bencana yang lebih terstruktur, inklusif, serta berkelanjutan.

SUMBER