Media Bangsa – Sebanyak 15 KDMP Lumajang jalankan rencana aksi 90 hari sebagai panduan awal untuk mengembangkan usaha koperasi. Para pengurus menyusun rencana ini setelah mengikuti pelatihan perencanaan bisnis yang komprehensif.
KDMP Lumajang Jalankan Rencana dengan Panduan Praktis
Pelatihan Business Plan bagi Pengurus KDMP Kabupaten Lumajang berlangsung melalui Program Dosen Pulang Kampung IPB University di Cafe Rumah Kedua Lumajang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Rabu (30/9/2026).
Ketua Tim Program Dosen Pulang Kampung IPB University, Suprehatin, menjelaskan peserta tidak hanya memahami materi pelatihan. Lebih dari itu, mereka menghasilkan rancangan yang pengurus gunakan untuk mengembangkan usaha koperasi.
“Kami ingin peserta tidak hanya pulang dengan tambahan pengetahuan, tetapi juga membawa rancangan yang pengurus gunakan untuk mulai mengembangkan usaha koperasinya. Karena itu, seluruh proses pelatihan menggunakan kondisi nyata dari masing-masing KDMP,” ujar Suprehatin.
Setiap KDMP Lumajang Susun Rancangan Bisnis Satu Halaman
Dalam pelatihan tersebut, setiap tim pengurus menyusun Rancangan Bisnis KDMP Satu Halaman yang memuat gambaran ringkas mengenai usaha yang akan dikembangkan. Tim menyusunnya agar mudah dipahami dan diimplementasikan pengurus di lapangan.
Selanjutnya, tim pengurus menerjemahkan rancangan tersebut menjadi Rencana Aksi 90 Hari yang berisi tahapan tindak lanjut sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing koperasi. Dengan pendekatan ini, setiap KDMP menentukan pekerjaan prioritas setelah pelatihan. Sekaligus, mereka memiliki pijakan untuk mengevaluasi perkembangan usahanya.
Diskoperindag Identifikasi Kebutuhan Penguatan Kapasitas KDMP
Kepala Diskoperindag Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, menyampaikan hasil kajian kolaboratif IPB University bersama Diskoperindag pada 2025 menunjukkan KDMP memerlukan penguatan kapasitas. Kajian ini melibatkan 133 pengurus KDMP yang tersebar di berbagai desa.
Pengurus membutuhkan penguatan pada beberapa aspek krusial. Antara lain, mereka perlu perkuat pengembangan unit usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, serta kemitraan dengan berbagai mitra bisnis.
Karena itu, pelatihan perencanaan bisnis bertujuan menghasilkan perangkat praktis yang pengurus gunakan. Perangkat ini mendukung penguatan kegiatan usaha koperasi secara berkelanjutan.
“Program Dosen Pulang Kampung IPB University juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengetahuan perguruan tinggi dengan kebutuhan pengembangan koperasi di daerah,” katanya.
Pengetahuan Bisnis Diterjemahkan Jadi Rancangan Kerja
Melalui pendampingan Program Dosen Pulang Kampung, tim tidak sekadar memberikan pengetahuan bisnis dalam bentuk materi teoritis. Tim IPB University menerjemahkan pengetahuan ini menjadi rancangan dan tahapan kerja yang pengurus laksanakan.
Dengan cara ini, setiap KDMP Lumajang memiliki panduan operasional yang jelas dan terukur. Selain itu, pendekatan praktis ini meningkatkan peluang keberhasilan implementasi rencana bisnis di tingkat lapangan.

Tinggalkan Balasan